FBS Laksanakan ISLA-3
Bunyi gong yang bergaung di ball room hotel Pangeran Beach menandakan acara International Seminar on Languages and Arts (ISLA)-3 resmi dibuka, Jumat (17/10). Bertemakan Character Building Through Language, Culture, Art And Their Learning, acara ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Prof. Dr. Irwan Prayitno, Psi, M.Sc. Seminar yang diadakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP ini berlangsung selama dua hari.
Selain gubernur Sumbar, kegiatan ini turut dihadiri oleh petinggi UNP. Di antaranya Rektor UNP, Prof. Dr. Phil. H. Yanuar Kiram beserta jajarannya. Dalam sambutannya, rektor memuji tema yang dipilih dalam ISLA tahun 2014. Menurutnya, karakter sangat menentukan masa depan bangsa karena ketika moral dan budi pekerti rusak, maka bangsa ini juga akan rusak. "Budi pekerti adalah karakter yang membentengi kita dari arus globalisasi," ungkapnya.
Prof. Dr. Jufrizal, M. Hum, selaku ketua pelaksana mengatakan acara ini diikuti oleh 333 orang. Jumlah tersebut sudah termasuk 8 orang pemakalah utama dan 77 orang pemakalah pendamping yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Beliau juga menambahkan, kegiatan ini merupakan event tahunan yang dilakukan FBS sejak 2012 untuk memperingati bulan bahasa yang memang jatuh di bulan Oktober. Selain itu kegiatan ini juga bagian dari Dies Natalis UNP ke-60.
Alasan pemilihan tema untuk ISLA tahun ini, menurut Jufrizal sendiri karena tema ini memang sesuai dengan keadaan karakter anak bangsa saat ini. Beliau menambahkan pemilihan tema ini merupakan jawaban dari "suara-suara" pemerintah yang menginginkan dibentuk kembali karakter yang berakar pada budaya dan tidak tergerus oleh globalisasi. "Tema ini dipilih untuk menjawab tantangan dunia pendidikan dan tantangan dunia berbangsa," tambahnya.
Berlangsungnya kegiatan yang berskala internasional ini bukanlah tanpa kendala. Hal ini diungkapkan oleh ketua pelaksana ISLA sendiri. Susahnya mencari pemakalah utama yang temanya sesuai dengan tema ISLA ke-3 dan lambatnya pengumpulan makalah dari pemakalah pendamping menjadi kendala tersendiri bagi panitia ISLA ke-3. Terlepas dari itu Jufrizal berharap seminar ini tetap berlanjut di tahun berikutnya dan pelaksanaannya bergiliran dari satu jurusan ke jurusan lain yang ada di FBS. "Sehingga pemberdayaan hal-hal yang sangat khas dari masing-masing jurusan bisa tergali," harapnya. Hera*
Komentar (0)