Pemilihan umum (pemilu) Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP berlangsung semarak di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Selasa (30/9). Pemilihan dimulai dengan para panitia yang menggunakan hak pilihnya terlebih dahulu untuk memilih mahasiswa nomor 1 di UNP nantinya. Setelah itu, panitia pemilu memakai toa untuk menarik perhatian mahasiswa untuk segera melakukan e-voting. Panitia sengaja bersorak di tengah keramaian dan deru aktivitas mahasiswa yang sibuk untuk mendatangi posko pemilihan yang terletak di labor FIP di lantai 3. Panitia juga meneriaki mahasiswa yang bersantai di lantai satu untuk segera naik dan menggunakan hak pilihnya. Mahasiswa yang melewati posko pemilihan pun tak luput dari pertanyaan sudah memilh atau belum. Bagi yang belum, panitia akan langsung menyuruh masuk dan segera menggunakan hak pilihnya.
Nailul Khaira, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) TM 2014 mengatakan sangat antusias mengikuti pemilu ini. Apalagi ini adalah pemilihan pertamanya di UNP, ditambah dengan panitia yang bersorak mengajak mahasiswa untuk memilih, menjadi daya tarik sendiri untuk mendatangi posko pemilihan. "Sorakan panitia dengan toa membuat saya tertarik untuk datang memilih," ungkapnya.
Ketua pelaksana pemilu di FIP, Rahma Yani mengatakan bahwa pemakaian toa ini adalah salah satu cara menarik perhatian mahasiswa, mensosialisasikan pemilu bagi mahasiswa yang belum tahu dan mengingatkan lagi bagi mahasiswa yang lupa sehingga meningkatkan animo mahasiswa mengikuti pemilu. Menurut Rahma, dengan memakai toa saja tidak semua mahasiswa mau menggunakan hak pilihnya, apalagi tidak diumumkan secara lantang seperti itu, mungkin pemilu berlangsung sepi. Panitia berusaha menyenangkan para calon pemilih memakai toa, sehingga mereka merasa tertarik ketika akan memilih. "Semoga mereka senang seperti senangnya membuka facebook," ungkapnya.
Mengenai animo mengikuti pemilu, Rahma mengatakan bahwa animo pemilihan di FIP sendiri sudah cukup bagus, namun dilihat dari segi universitas, animo mahasiswa UNP masih rendah. Pasalnya setelah penutupan e-voting pukul 16.00 WIB dari sekitar 32.000 mahasiswa UNP, hanya 5.031 orang yang menggunakan hak pilihnya. Berarti hanya 1/6 total mahasiswa UNP yang melakukan pemilihan. Data ini bisa langsung dilihat dari jumlah pemilih yang langsung direkap oleh puskom. Rahma sangat menyayangkan hal ini. Menurutnya kesadaran untuk berpartisipasi dalam pemilu harus lebih ditingkatkan, karena ini adalah sebuah proses pembelajaran juga dan perlu evaluasi lagi mengenai rendahnya animo mengikuti pemilu ini. Rahma berharap semoga pemilu selanjutnya lebih baik dan lebih meningkat antusias mahasiswa dalam mengkutinya. Selain itu Rahma juga berharap agar mahasiswa tidak apatis dan menerima hasil pemilu yang telah dilaksanakan dengan lapang hati. "Siapapun pemenangnya, dialah presiden kita selanjutnya," tutupnya. Ayu*
Komentar (0)