Arus globalisasi teknologi yang berkembang kian pesat menjadikan remaja Indonesia terpengaruh oleh budaya barat. Seperti halnya pergaulan bebas di kalangan remaja. Hal inilah yang disampaikan Maulidson, selaku penceramah yang juga trainer di Winner Training Center (WTC) dalam acara Tuntunan Ilmu Tabungan Amal Bersama (Tim-Tam Together), Rabu (16/3). Acara yang diadakan oleh Departemen Syiar Islam Forum Studi Dinamika Islam (FSDI) berlangsung di taman FIS depan kelas D43.
Pada acara yang bertema Zona Merah Kawula Muda ini, Maulidson juga memaparkan betapa mudahnya remaja saat ini terjebak dalam pergaulan bebas. Hal ini menggambarkan telah jatuhnya aqidah remaja sekarang. Untuk itu, tambahnya, sebagai sivitas akademika sebaiknya berperan aktif dalam kegiatan yang produktif, mempunyai banyak manfaat, dan mendekatkan diri kepada Allah. "Jika mengalami kesulitan, serahkan kepada Allah," tuturnya disela-sela acara.
Menurut Ketua Pelaksana, Syafrianto, acara ini merupakan acara mingguan dari FSDI pada awal kepengurusan 2011. Tim-Tam Together secara rutin akan diadakan setiap Rabu pukul 16.00-18.00. Lebih lanjut Rian menuturkan tujuan diadakan acara ini untuk pengayaan agama Islam bagi anggota FSDI dan semua civitas akademika. "Mungkin selama ini kita lupa bagaimana kita sebagai remaja Islam mampu memfilter diri dalam berperilaku," tutupnya, Rabu (16/3). Aai
Komentar (0)