Ikatan Mahasiswa Solok Selatan (Imasolsel) mengadakan acara Temu Ramah di Teater Tertutup Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP), Minggu (28/9). Dengan mengusung tema "Kilas Balik 10 Tahun Solok Selatan", sebanyak 72 orang mahasiswa yang berasal Solok Selatan yang hadir dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) sekota Padang . PT tersebut di antaranya UNP, Universitas Bung Hatta (UBH), Universitas Putra Indonesia (UPI), Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Universitas Andalas (UNAND), dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES).
Abu Said, ketua pelaksana mengatakan bahwa acara ini selain untuk menambah ikatan silaturrahmi antar mahasiswa Solok Selatan, juga untuk menjalin ikatan kekeluargaan baik itu sesama mahasiswa maupun pemerintah Solok Selatan. Kegiatan ini diisi dengan diskusi panel bersama 3 orang pemateri yaitu: Dr. Syamsurizaldi, HP. (Ketua Bapeda Solok Selatan), Mokhlasin, S.Si. (Anggota DPRD Sumbar) dan Fahril Murad, SH. (Mantan Sekda Solsel). Adapun hal-hal yang dibahas di antaranya mengenai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabaten Solok Selatan dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) Solok Selatan selama 10 tahun belakangan.
Fauzi Deswandri, Ketua Umum Komesariat UNP mengatakan bahwa Imasolsel adalah sebuah perkumpulan yang telah berdiri sejak tahun 2010 lalu. Sejak saat itu, kegiatan ini mulai dirintis hingga sekarang. Tujuan Imasolsel sendiri yaitu untuk memberikan input dan output mengenai pembelajaran dan pengelolaan sumber daya. "Menyatukan visi dan misi untuk perkembangan Solok Selatan di masa depan," tuturnya saat memberi sambutan.
Fahril Murad, SH. menjelaskan bahwa Solok Selatan merupakan Kabupaten yang memiliki SDA yang banyak dan membutuhkan pengelolaan yang maksimal. "Potensi yang dimiliki Solok Selatan mampu meningkatkan sektor ekonomi Solok Selatan di masa yang akan datang," tuturnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Abu Said, ia berharap hendaknya dengan pengembangan SDM dan SDA di Solok Selatan dapat terkelola dengan baik. Solok Selatan bisa menjadi kabupaten yang mandiri dan menjadi tolok ukur bagi kabupaten-kabupaten lain hingga bisa mengangkat nama provinsi. "Dengan diadakannya acara ini, hendaknya mahasiswa sebagai generasi penerus bisa mengerti etika bagaimana cara mengelola SDM dan SDA tersebut dengan baik," tutupnya. Rahmi*next1234567
Komentar (0)