Program Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Tertinggal, dan Terdepan (SM-3T) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) saat ini telah memasuki angkatan IV. Program yang bertujuan untuk memeratakan pendidikan di seluruh Indonesia ini menerima 205 peserta dari wilayah Sumatera Barat. Meskipun begitu, kelanjutan program ini tengah dipertanyakan. Pasalnya, berdasarkan sambutan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dalam upacara wisuda ke-100, Sabtu (7/6), kemungkinan program ini akan diberhentikan dahulu pada angkatan ke-5 untuk dilakukan evaluasi terhadap angkatan-angkatan sebelumnya.
Hasminar, peserta SM-3T angkatan IV yang tengah menjalani tahap prakondisi SM-3T mengatakan tidak masalah jika program ini dihentikan dahulu. "Mudah-mudahan angkatan sebelumnya sudah mampu memeratakan pendidikan Indonesia," ungkapnya, Minggu (24/8). Di sisi lain, lulusan Pendidikan Geografi UNP yang wisuda pada bulan Juni 2014 ini berharap agar program ini segera dilanjutkan nantinya.
Hal yang senada dengan Hasminar juga diungkapkan oleh Maisarah. Mahasiswa Jurusan Sejarah TM 2010 ini menyatakan pernah mendengarkan kabar bahwa program SM3T ini akan dievaluasi dahulu sebelum dilanjutkan. "Hal itu saya dengar sewaktu coaching sebelum Praktek Lapangan awal tahun ini," ujarnya. Mahasiswa yang akrab disapa Mai ini menambahkan bahwa program ini sebaiknya terus berjalan.
Menjawab kesimpangsiuran kabar tersebut, Azhari Suwir, S. E., selaku kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UNP menjelaskan bahwa belum ada kepastian dari Dikti mengenai hal tersebut. "Jadi pihak UNP tetap melaksanakan program SM-3T untuk tahun depan," jelasnya, Senin (25/8). Azhari menambahkan bahwa program SM-3T merupakan salah satu sarana untuk berbagi ilmu. Dengan begitu, program ini sangat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang berada di daerah 3T, sehingga sangat disayangkan jika dihentikan. Liza, Hera*
Komentar (0)