Pembantu Dekan III Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP, Drs. Esy Maestro, M.Sn. mengumpulkan penerima beasiswa Bidikmisi Angkatan 2010, 2011, 2012, dan 2013 pada sebuah pertemuan di Teater Tertutup FBS, Sabtu pagi (6/9). Pertemuan ini membahas perihal kurang aktifnya mahasiswa Bidikmisi FBS dalam berkreativitas. Menurut Esy, penerima Bidikmisi FBS hanya peduli dengan haknya, namun lupa dengan kewajibannya. "Maaf ya, sekarang penerima Bidikmisi itu terkesan kayak pengemis, cuma mau duitnya saja," sindirnya.
Padahal sebagaimana diketahui para penerima Bidikmisi wajib mengikuti hal yang telah disepakati sebelum masuk ke Universitas Negeri Padang. Kesepakatan itu salah satunya mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan kampus seperti upacara hari nasional, membuat proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), dan kegiatan lainnya. Namun pada kenyataannya banyak penerima Bidikmisi yang melanggar. Hal ini pun terlihat saat mahasiswa yang hadir ditanya mengenai siapa saja yang pernah ikut upacara hari nasional. Hasilnya dari sekitar 84 penerima Bidikmisi yang hadir pada pertemuan itu, hanya 3-4 orang yang mengacungkan tangan.
Selanjutnya, Esy juga menyinggung tentang perilaku mahasiswa Bidikmisi yang terkesan mewah. Bahkan ada mahasiswa Bidikmisi yang punya 2 sampai 3 handphone. Begitu pula dengan Indeks Prestasi (IP) penerima Bidikmisi yang banyak di bawah 3. Hal ini tentu saja tidak etis karena jalur Bidikmisi adalah jalur bagi mahasiswa berprestasi namun dianggap kurang mampu. "Kalau ke depannya masih seperti ini, ada kemungkinan hak Anda akan dicabut," sambungnya.
Selain memberikan peringatan, Esy juga menyampaikan beberapa program yang akan diadakan khusus untuk penerima Bidikmisi FBS, antara lain bedah proposal PKM, pelatihan jurnalistik, pelatihan bahasa Inggris, dan lainnya. Namun yang baru akan diwujudkan dalam waktu dekat adalah bedah proposal PKM. Untuk itu Esy meminta penerima Bidikmisi untuk menyiapkan rancangan proposal PKM-nya dalam seminggu ke depan.
Esy pun berharap penerima Bidikmisi ini bisa mengubah mindset-nya dan tahu akan kewajibannya. Selain itu Esy juga meminta penerima Bidikmisi lebih aktif lagi dalam berkreativitas, salah satunya dalam pembuatan proposal PKM. "Buat saya sibuk dengan kegiatan-kegiatan Anda," harapnya.
Pertemuan ini ditutup dengan pembagian piagam yang dibuat khusus oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Piagam ini berisi ucapan terima kasih dan harapan sang presiden kepada penerima Bidikmisi agar senantiasa membalas jasa negara dengan prestasi yang membanggakan. Sastra
Komentar (0)