Mengemban jabatan sebagai Presiden BEM bukanlah hal yang mudah, banyak ujian serta tanggung jawab besar yang harus dilakukan. Tanggung jawab itu bukan hanya sekedar menjalankan program kerja yang telah disusun saja, tapi berperan sebagai pucuk pimpinan dalam menampung aspirasi mahasiswa. Hal ini disampaikan mantan presiden BEM UNP periode 2009/2010 Muhammad Habibie saat serah terima jabatan presiden dan wapres periode 2010/2011 Tomy Devisa dan Nur Novriani S di ruang kuliah T26 MKU UNP, Sabtu (12/3). Habibie juga menyayangkan jumlah kehadiran mahasiswa yang sedikit pada acara pelantikan. "Padahal kita perwakilan dari aspirasi dari teman-teman mahasiswa," sesalnya, Sabtu (12/3).
Rektor UNP, Prof. Dr. Z Mawardi Effendi, M.Pd., juga menyinggung hal tersebut. Menurutnya dalam konteks sosial setiap orang itu penting, olah karena itu kita harus terus menjunjung tinggi sikap saling menghargai termasuk menghargai perbedaan yang ada. Ia juga menambahkan bahwa Pesiden BEM dan Wapresnya adalah milik seluruh mahasiswa di universitas ini. "Presiden milik bersama," ujarnya.
Dalam acara ini juga dilaksanakan pembacaan sumpah jabatan kepada presiden dan wakil presiden BEM terpilih periode 2010/2011. Pembacaan sumpah langsung dikomandoi oleh Ahmad Arif selaku Ketua Umum Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM UNP) sekaligus pemimpin sidang. "Semoga BEM yang baru mempu melanjutkan prestasi yang telah dicapai dan lebih baik dari BEM sebelumnya." Tutup arif dalam sambutannya, Sabtu (12/3). Yudhi
Komentar (0)