Oh Rupiah, mengapa engkau begitu loyo?
Setiap hari hobinya main perosotan
Dipandang si Hijau, engkau langsung jatuh
Membuat angka di kasir swalayan bikin jantungan bergetar
Katanya ini cuma badai global yang mampir
Tapi dompet kami sudah kering
Sang Garuda tampak kurus, tak lagi sanggup terbang
Kalah perkasa oleh selembar kertas hijau seberang
Angka di bursa efek katanya hanya statistik belaka
Tapi mengapa di dapur kami rasanya seperti petaka?
Rupiah merosot, harga tempe ikut meninggi
Menyisakan rakyat jelata yang gigit jari setiap hari
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri Ini
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!