Ganto.co - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, ancaman kejahatan siber semakin meningkat. Kebocoran data pribadi, seperti nama, alamat, nomor telepon, hingga informasi dompet digital (e-wallet), menjadi target utama pihak yang tidak bertanggung jawab.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika yang dilansir dari jdih.dpr.go.id, sebanyak 111 kasus kebocoran data telah ditangani sepanjang 2019 hingga 14 Mei 2024. Menurut Surfshark, perusahaan penyedia virtual private network (VPN) asal Belanda, Indonesia masuk dalam 10 negara dengan kasus kebocoran data terbesar antara Januari 2020 hingga Januari 2024.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Indonesia telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) pada 17 Oktober 2022. Selain perlindungan hukum, masyarakat juga dapat mengambil langkah yang proaktif untuk menjaga keamanan data pribadi mereka. Berikut ini beberapa cara efektif untuk melindungi data pribadi di internet:
1. Hindari Phising dan Link yang Mencurigakan
Phising adalah sebuah trik penipuan digital yang menyamar jadi pesan resmi, biasanya pesan melalui email, SMS, WhatsApp, dan lain-lain untuk mencuri data pribadi. Jangan klik link dari pesan yang mencurigakan, serta selalu periksa pengirim.
2. Jangan Bagikan Informasi Pribadi di Internet
Hindari membagikan informasi sensitif seperti alamat, nomor telepon, atau tanggal lahir di media sosial karena bisa digunakan peretas untuk menebak kata sandi atau verifikasi identitas.
3. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)
2FA menambahkan lapisan keamanan dengan meminta verifikasi tambahan, seperti kode yang dikirim ke ponsel atau email. Aktifkan 2FA di akun media sosial, email, dan perbankan online untuk mencegah akses tanpa izin.
4. Ganti Password Secara Berkala
Mengganti kata sandi secara rutin, misalnya setiap 3-6 bulan, dapat mengurangi risiko akun diretas, terutama jika kata sandi lama bocor tanpa sepengetahuan. Pastikan kata sandi baru tetap kuat dan tidak menggunakan variasi dari kata sandi sebelumnya.
5. Jangan Gunakan WiFi Umum Sembarangan
Wi-Fi umum di kafe, bandara, atau tempat umum sering kali tidak aman karena peretas dapat menyadap data melalui jaringan tersebut. Hindari mengakses akun sensitif (misalnya, perbankan) saat terhubung ke Wi-Fi umum tanpa perlindungan.
6. Gunakan PVN untuk Koneksi Aman
Virtual Private Network (VPN) mengenkripsi data dan menyembunyikan alamat Internet Protocol (IP), sehingga aktivitas online sulit dilacak.
Komentar (0)