Artikel

Optimalisasi Perkembangan Otak Anak Sejak Dini

📅 Senin, 12 Juni 2023 22:57 WIB • 👁 1.541 Pembaca
Optimalisasi Perkembangan Otak Anak Sejak Dini
Sumber gambar: International Montessori School

Peningkatan kualitas manusia sebagai sumber daya insani perlu diupayakan sejak dini agar anak-anak siap menghadapi tantangan masa depan dan alih teknologi yang makin sulit dan majemuk. Salah satu aspek perkembangan yang cukup banyak mendapat perhatian adalah perkembangan kognitif meliputi aspek-aspek struktur intelek yang digunakan untuk mengetahui sesuatu, dan proses kognitif meliputi aspek-aspek persepsi, ingatan, pikiran, simbol, dan penalaran.

Dalam perkembangan seorang anak, proses kognitif yang terjadi dalam diri anak akan berubah sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut. Kemampuan kognitif seseorang pada umumnya berkembang secara bertahap dari lahir sampai kira-kira usia 20-22 tahun walau dalam kecepatan yang berbeda. Namun, kebanyakan dari kita juga yang memiliki kenangan hidup pada saat usia 0-3 tahun yang sangat minim sekali, atau bahkan kita tidak mampu mengingat apapun.

Banyak peristiwa yang terjadi pada usia sangat muda dulu itu yang akan menjadi serat- jalinan dasar bagi kehidupan mental sekarang. Namun hal ini tidak kita sadari, atau tidak mampu kita ingat kembali. Adanya perbedaan individual dalam kemampuan kognitif ini ditentukan oleh unsur biologik (seperti unsur genetik dan proses kematangan) dan pengalaman dengan lingkungan antara lain melalui pendidikan, pelatihan dan belajar insidental secara umum.

Saat dilahirkan, otak dilengkapi dengan 1 trilliun sel otak. Dari 1 trilliun ini, 100 milliar adalah sel otak aktif dan 900 milliar sel otak pendukung. Setiap sel otak dapat memiliki kemungkinan koneksi dari 1 hingga 20.000 koneksi. Semua manusia lahir dibekali jumlah sel otak yang sama banyak.

Tidak ada yang diberi lebih banyak atau lebih sedikit. Kecerdasan manusia tidak hanya ditentukan semata oleh jumlah sel otak yang in miliki tetapi lebih ditentukan oleh seberapa banyak koneksi yang bisa terjadi diantara masing- masing sel otak.

Peranan orang tua akan membantu anak-anak mengatur reaksinya terhadap stress. Anak-anak yang secara fisik diperlakukan secara tidak baik pada masa kecilnya akan mengembangkan otak yang disetel untuk bahaya. Kalau ada ancaman sedikit saja, detak hormon stress-nya membanjir, dan otak mereka dengan cemas mencari tanda-tanda yang memberitahukan serangan berikutnya. Pola gelombang otak yang tidak normal pada anak tidak hanya disebabkan oleh ibu yang depresi saja namun kelainan ini juga disebabkan oleh emosi yang mewarnai interaksi antara ibu dan anak.

Maka anak diharapkan dapat optimal perkembangan otaknya bila keluarga, sekolah dan lingkungan lainnya dapat memberikan bantuan, mengadakan kegiatan-kegiatan dan latihan-latihan yang tepat dan sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.