Dalam pendidikan, sarana dan prasarana sangat penting karena merupakan bagian penunjang penyelenggaraan proses belajar mengajar di satuan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Sarana pendidikan merupakan semua peralatan, dan bahan perabot yang secara langsung dapat digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Sedangkan prasarana pendidikan merupakan perlengkapan dasar yang secara tidak langsung digunakan dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah secara langsung, seperti meja, kursi, tempat belajar, dan sebagainya. Sedangkan prasarana pendidikan adalah perangkat yang menunjang dalam proses pembelajaran di sekolah yang tidak langsung digunakan, seperti jalan, halaman dan sebagainya.
Sarana dan prasarana yang layak merupakan salah satu syarat mendirikan sebuah lembaga PAUD, dirujuk dari peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 42 ayat 2 yang menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Sarana dan prasarana pendidikan adalah satu sumber daya yang menjadi tolak ukur mutu sekolah atau lembaga PAUD. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih pembuat perlu dilakukan peningkatan sarana dan prasarana secara konsisten. Saranadan prasarana pendidikan pada dasarnya dapat dikelompokan dalam empat kelompok, yaitu tanah, bangunan, perlengkapan, dan perabot sekolah.
Permasalahannya adalah sarana dan prasarana pendidikan yang ada di lembaga PAUD mengalami penurunan dan kekurangan seiring berkembangnya teknologi yang canggih dan ilmu pengetahuan. Banyaknya sekolah atau lembaga PAUD baik di desa maupun di kota mengalami kekurangan sarana prasarana dan keterbelakangan sarana prasarana. Permasalahan sarana dan prasarana mencakup lahan bangunan yang sempit, kekurangan peralatan sekolah, kurangnya ruang belajar dan bermain anak, kekurangan media dan alat peraga.
Dari permasalahan tersebut kami menawarkan beberapa solusi yang kiranya dapat membantu permasalahan sarana prasarana ; pertama meng-upgrade sarana, maksudnya proses pengalihan ke versi yang lebih baru dari sarana yang ada sebelumnya, hal ini sejalan dengan membuat laporan atau proposal pengalihan kepada pemerintah atau yayasan agar dapat menurunkan dana atau barang yang diperlukan. Kedua memperluas bangunan atau lahan sekolah, agar dapat menampung lebih banyak ruang dan permainan anak, kita sebagai pendidik harus dapat mengelola atau membuat perencanaan sehingga dapat mendapatkan dana atau lahan yang memadai. Ketiga guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam membuat media atau alat peraga sehingga tidak ketergantungan dalam penyediaan media dan alat peraga, seperti membawa anak melakukan pembelajaran diluar seperti di alam atau tempat sejarah dan rekreasi.
Dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana merupakan faktor pendukung terealisasinya proses pembelajaran yang layak dan nyaman di PAUD. Pelaksanaan kurikulum dalam pembelajaran sangat membutuhkan sarana dan prasarana untuk kelancaran proses tercapainya tujuan dari kurikulum. Dengan adanya peningkatan sarana dan prasarana diharapkan mampu meningkatkan kemampuan guru, sehingga memberikan dukungan untuk peningkatan kualitas proses dan hasil belajar. Infrastruktur sekolah yang lengkap dan memadai merupakan salah satu faktor yang sangat mendukung perkembangan guru. Kegiatan belajar untuk memperoleh hasil atau tujuan. sarana dan prasarana dapat ditingkatkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pembelajaran yang terbaik.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!