Artikel

Kurangnya Minat Baca Mahasiswa

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Jumat, 7 April 2023 16:41 WIB • 👁 26.581 Pembaca
Kurangnya Minat Baca Mahasiswa
Sumber: cermati.com

Muhibbin Syah menjelaskan bahwa minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, keinginan. Selain itu, minat juga berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.

Fakta pertama, UNESCO menyebutkan Indonesia berada diurutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%, artinya, dari 1,000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca.

Riset berbeda bertajuk World's Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Botswana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastruktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.

Sering terdengar istilah, "Membaca adalah jendela dunia, dengan membaca kita bisa seakan-akan berkeliling dunia,". Berkeliling dunia artinya, raga kita tidak sungguh-sungguh pergi berjalan-jalan keliling dunia, melainkan jiwa, pikiran, dan imajinasi kita yang melalang buana keliling dunia.

Terdapat berbagai jenis buku, ada buku pengetahuan, novel, dongeng, motivasi, traveling, dan lain sebagainya. Tiap-tiap jenis buku tersebut memiliki isi dan gaya bahasa yang berbeda-beda. Tiap kata demi kata di dalam buku memiliki arti yang dapat mendeskripsikan suatu situasi yang dapat kita proyeksikan dalam imajinasi atau pikiran kita. Maka, lewat membaca buku kita juga bisa merasakan banyak perasaan, baik itu rasa cinta, kesedihan, amarah, motivasi, kegembiraan dan yang paling penting adalah kita juga bisa menimba ilmu seluas-luasnya.

Di zaman globalisasi ini buku memang dapat kita baca dengan fisiknya atau juga bisa dengan digital. Maka kita bisa membaca buku kapanpun dan dimanapun. Namun, sayangnya menurut Duta Baca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Hal ini tentu menjadi sangat memprihatinkan karena buku adalah jendela ilmu apabila sumber daya manusia dalam suatu negara kekurangan minat baca maka pengetahuannya juga akan berkurang karena untuk menumbuhkan minat baca haruslah dimulai dari sejak dini agar kebiasaan membaca dapat menjadi kebiasaan yang menyenangkan bukan menjadi kebiasaan yang melelahkan.

Rendahnya minat baca pada mahasiswa merupakan salah satu masalah dalam pengelolaan sumber daya manusia. Penyebabnya karena pelayanan fasilitas yang kurang mendukung dan kurangnya motivasi dari diri sendiri untuk membaca yang mengakibatkan mahasiswa kurangnya wawasan atau ilmu pengetahuan. Faktor penyebab rendahnya minat membaca mahasiswa karena saat ini semuanya serba Instan, banyak ilmu pengetahuan yang bisa di akses melalui internet yang memudahkan penggunaan gadget mencari apa saja bahan bacaan yang diinginkan.

Namun hal ini tidaklah efektif karena membaca buku secara langsung berbeda dengan membaca buku melalui gadget karena saat membaca buku kita lebih fokus dengan apa yang kita baca, sedangkan membaca buku melalui gadget dapat merusak fungsi mata dan fokus kita saat membaca juga kurang karena mata kita yang terfokus ke layar yang membuat mata kadang terasa perih saat terlalu lama menatap layar.

Pengaruh sosial media pun menjadi hal yang mempengaruhi minat baca karena kebiasaan mengakses media sosial, tentunya akan membuat para mahasiswa menjadi malas untuk melakukan suatu kegiatan yang tidak praktis, seperti misalnya membaca buku. Untuk meningkatkan minat membaca mahasiswa harus bisa memaksakan dirinya untuk mulai membaca karena sebagai seorang mahasiswa harus memiliki literatur yang baik apabila sudah terbiasa membaca maka akan sulit meninggalkan kebiasaan tersebut.

Cara yang lain untuk menumbuhkan minat baca yaitu berkumpul dengan sesama yang hobi membaca, cara ini sangat berpengaruh untuk meningkatkan minat baca karena dengan memiliki banyak teman yang hobi membaca otomatis kita yang awalnya malas membaca akan terbiasa karena lingkungan juga mempengaruhi hal ini.

Untuk menumbuhkan budaya literasi dan minat baca mahasiswa dan masyarakat secara luas dilakukan dengan cara menanamkan budaya gemar membaca sejak dini, menciptakan lingkungan kampus yang ramah buku, melaksanakan program-program literasi ke dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta aktif melakukan kolaborasi inovasi yang berhubungan dengan literasi.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Dwi Ningsih
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 9 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.