Artikel

Podcast

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 4 Februari 2023 07:38 WIB • 👁 863 Pembaca

Setiap manusia pastinya memiliki pengalaman-pengalaman semasa hidupnya. Kejadian yang dikategorikan sebagai pengalaman buruk, unik, menegangkan, ataupun pengalaman yang menyenangkan. Rentetan peristiwa yang dialami oleh manusia otomatis akan terekam oleh sistem pada otak yang didesain sedemikian rupa mampu melacak dan tersimpan, melalui panca indera yang menangkap stimulus dari dunia luar. Nantinya, pengalaman ini akan diolah, apakah suatu kejadian semasa hidup seseorang dapat dijadikan sebagai titian dalam menghadapi luasnya dunia. Karena itu, sering sekali kebanyakan orang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Ia akan mengajari, menuntun, dan memberikan sinyal apakah suatu langkah patut diambil atau lebih baik dipertimbangkan kembali.

Untaian kata bijak di atas biasanya terlontar dari seseorang yang bebas secara usia. Apakah itu lansia, wanita, pria, manusia dewasa awal, ataupun remaja yang jauh dibawah dari seseorang yang barangkali terpisah secara usia. Karena pengalaman memang datang kepada seseorang yang selalu dititikberatkan kepada siapa yang ingin, bukan siapa yang tua.

Pada akhirnya, pengalaman-pengalaman tersebut terpatri, dan dijadikan sebagai guru dan dapat pula diceritakan kembali kepada siapa saja yang ingin mengetahui ataupun sekadar penasaran atas kejadian tertentu yang menghampiri hidup seseorang. Pengalaman tersebut dapat dicurahkan kepada siapa saja, dan dengan media apa saja yang pada detik ini, perkembangan atas arus informasi sangat pesat dan cepat. Individu dapat mengetahui bagaimana nilai mata uang rupiah, virus dan penyebarannya, atau kebutuhan akan spiritual, semua dapat anda temukan dari genggaman anda.

Melalui gadget, dunia hanya seujung jari, mengetahui apa yang ingin diketahui, ataupun yang tidak ingin diketahui, semua berada dalam pilihan atas pertimbangan tertentu.

Pengalaman dapat disiarkan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Rangkaian peristiwa dari Point of View dapat dirasakan dengan tampilan audio visual, seperti media sosial Youtube, Instagram, Twitter; melalui bacaan berupa majalah, tabloid online, bahkan yang saat ini sering dikonsumsi oleh netizen dalam berselancar di dunia maya adalah podcast, dengan hanya menyajikan informasi melalui audio saja.

Pemaparan informasi hanya dengan mendengarkan saja. Tanpa ada tampilan visual, ataupun bacaan yang terangkai dari kalimat per kalimat. Memang ada yang menyuguhkan podcast dengan tampilan visualisasi, namun podcast lebih dikenal dan autentik dengan memberikan info melalui suara.

Podcast kini sangat digandrungi oleh berbagai kalangan. Informasi ataupun perihal yang disiarkan sangat dinikmati dengan berbagai aktivitas lainnya. Sambil mengendarai mobil, teman saat deadline tugas yang memburu, atau menjadi suara atas kesedihan dan kegalauan. Fitur yang sangat simple dan dapat dinikmati kapan saja menjadi alasan dimana podcast kini banyak diminati.

Podcast memiliki beberapa aspek yang membentuk satu kesatuan sebuah podcast. Seperti podcaster, yang berarti orang yang menyajikan suatu podcast. Dapat menjadi seorang podcaster dengan menceritakan langsung dari POV nya sendiri, dan ada yang mengundang untuk menjadi bintang tamu dalam podcastnya. Podcast sendiri bebas secara genre, seperti horor, galau, liburan, atau bahkan pembahasan yang sangat spesifik, seperti politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Podcast dapat ditemui diberbagai platform media sosial yang menjadi tempat dimana khusus podcaster dalam menceritakan apa saja yang bisa diceritakan. Beberapa platform yang sering kita jumpai diantaranya spotify, noice, dan beberapa tempat lainnya.

Banyak tema yang dapat diangkat untuk menceritakan pengalaman yang ingin dibagikan. Salah satu hal yang dapat dijadikan tema dan menjadi ciri dari suatu podcast adalah membawa unsur kedaerahan. Memang, Indonesia dengan keberagaman ini dapat menjadikan kita kaya akan histori, kultural, dan aspek sosial budaya yang melekat sebagai identitas bangsa kita, Bhineka Tunggal Ika.

Dengan keberagaman, kita dapat mengeksplorasi kebudayaan kita sendiri, meski tidak menjadi yang utama. Namun dengan membawa unsur kedaerahan, akan menciptakan suatu pola pikir dan menjadi identitas dari suatu penyiar dalam sebuah sinar. Beberapa yang cukup eksis dengan membawa ciri daerah asal diantaranya Podcast Agak Laen yang memiliki empat personil dimana keempat-empatnya lama bergaul di daerah Sumatera Utara, yang mengangkat dan memberikan suasana bincang-bincang yang berlatar suku batak, Podcast Kena Mental, podcast yang berisikan komika Arif Brata dan dua temannya, Aldi dan Adi yang berangkat dari daerah Sulawesi selatan.

Obrolan dari dua podcast ini hampir sama, menceritakan suatu pengalaman yang unik, menarik dengan identitas budaya masing-masing. Hanya saja, untuk podcast Agak Laen mengundang bintang tamu dan saling berbagi kisah hidup, sedangkan podcast kena mental menceritakan pengalaman hidup dari penyiar. Keduanya memiliki ide cemerlang dan membawa gairah suatu siaran menjadi lebih berwarna dan terkesan beda dan nyentrik karena pembawaan dari bincang-bincang santai tersebut membawa logat yang berasal dari tanah Batak dan Bugis Makassar.

Seolah-olah pendengar akan hanyut dalam cerita dan akan merasakan langsung berada di masing-masing wilayah tersebut. Selain itu, ada beberapa istilah yang popular dari masing-masing daerah yang menjadi trivia dan tidak mengesampingkan obrolan yang dibawa. Seperti istilah Siri Na Pacce, yang dilansir dari sulselprov.go.id, merupakan suatu filosofi hidup masyarakat Sulawesi selatan yang memiliki arti menjaga harga diri serta kokoh dalam pendirian. Atau dengan menceritakan Badik, Coto, Konro yang menjadi identitas senjata tradisional dan makanan popular khas Makassar. Dari wilayah Sumatera utara, kita mengenal silsilah keluarga Batak yang garis keturunannya berasal dari ayah, ada mamak, bapa, opung, lae. Dan kebudayaan lainnya, seperti tari Tor-tor, Gondang yang menjadi identitas daerah Batak.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Ramadhano Twento Dilanov
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.