Artikel

Pendidikan dalam Konteks Kemiskinan dan Pengangguran

📅 Sabtu, 15 Oktober 2022 14:34 WIB • 👁 16.548 Pembaca
Pendidikan dalam Konteks Kemiskinan dan Pengangguran
Ilustrasi: Mediaindonesia.com

Banyak masyarakat yang beranggapan pendidikan tidak menjamin masa depan seseorang. Hal ini dibuktikan dengan pengangguran dan kemiskinan yang ada disekitar masyarakat kebanyakan lulusan perguruan tinggi, sehingga menyebabkan masyarakat salah persepsi tentang pendidikan. Padahal pendidikan itu pertama kali di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Pendidikan tidak hanya membahas tentang pengetahuan, ilmu sosial, agama, matematika atau pembelajaran yang lain. Pendidikan juga mampu memberikan keterampilan karakter dalam diri seseorang. Pendidikan bisa dijalani melalui 2 hal, yaitu pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal ini bisa didapatkan melalui sekolah, sedangkan pendidikan non formal didapatkan melalui aktivitas sehari-hari, belajar dari pengalaman diri sendiri dan orang lain.

Di sisi lain, terdapat masyakarat yang memilih untuk tidak menyekolahkan anaknya bukan karena kurang sadar akan pentingnya pendidikan, tetapi mereka memang benar -benar tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya. Ekonomi keluarga menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi pendidikan masa depan keluarga. Ketika perekonomian keluarga terganggu, pendidikan anak-anak juga terganggu. Oleh karena itu, terdapat beberapa keluarga yang memilih untuk tidak menyekolahkan anaknya dengan alasan ekonomi yang sulit.

Bukankah saat ini sudah banyak beasiswa yang dibagikan ke setiap daerah terpencil dan untuk keluarga yang kurang mampu? Beasiswa inilah yang diharapkan bagi masyarakat yang ekonominya tergolong keluarga kurang mampu untuk menyekolahkan anaknya. Namun banyak beasiswa yang tidak sesuai dengan target yang diharapkan.

Dari sinilah, sudah banyak masyarakat yang peduli akan pendidikan anak-anaknya. Pendidikan disebut sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan seseorang dalam bidang pengetahuan maupun keterampilan seseorang, sehingga mampu untuk berfikir lebih maju. Orang yang berpendidikan akan membentuk diri, bukan hanya tentang pengetahuan melainkan meliputi sosial, etika, maupun karakter.

Isu kemiskinan termasuk dalam kemanusiaan dan dibutuhkan upaya yang sangat terintegrasi untuk mengatasinya. Kemiskinan sudah menjadi persoalan klasik sejak umat manusia ada. Cukup banyak faktor yang dapat mempengaruhi kemiskinan berupa akses permodalan, tingkat upah kerja, jenis pekerjaan, transportasi, jumlah jam kerja, kosumsi rumah tangga, dan faktor kemiskinan lainnya.

Kemiskinan memiliki kaitan yang erat dengan pendidikan, karena pendidikan mampu memberikan kemampuan untuk berkembang melalui keterampilan dari diri sendiri, maka dari itu semakin rendah tingkat pendidikan maka semakin tinggi pula tingkat kemiskinan. Semakin tinggi tingkat pendidikan semakin rendah tingkat kemiskinan.

Bukankah setiap manusia itu memiliki keterampilan, maka dari itu kemiskinan ini terjadi karena cara berfikir seseorang yang memandang kemiskinan ini sebagai gejala dalam kehidupan yang sebenarnya terjadi karena cara berfikir yang singkat, kurangnya pengetahuan seseorang, sehingga tidak dapat berfikir bahwa dari keterampilan yang dimilikinya dapat menghasilkan sebuah karya yang nantinya dapat menghasilkan uang dan menghindari dirinya dari kemiskinan.

Kata pengganguran tidak asing lagi bagi kalangan masyarakat. Orang yang tidak mempunyai pekerjaan, seseorang mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan diri untuk melamar pekerjaan. Banyak faktor penyebab terjadinya pengangguran yang saat ini salah satunya adalah masyarakat tidak memiliki keterampilan tinggi, lebih sering bermalas-malasan karena saat ini semuanya serba instan.

Banyaknya pengangguran akan menimbulkan kemiskinan, terjadinya kriminalitas yang tinggi, politik sosial yang tidak adil, sehingga negara menjadi tidak maju karena banyak pengangguran dan menghilangkan keterampilan. Banyak masyarakat mengatakan semakin tinggi pendidikan, semakin tinggi pengangguran.

Pengangguran terjadi karena sempitnya lapangan pekerjaan yang tersedia saat ini. Selain itu, dunia dilanda pandemi covid-19, sehingga perusahaan harus memberhentikan (PHK) beberapa karyawannya untuk meminimalisir biaya keluar perusahaan dan menutup perusahaan tersebut karena terbatasnya gerakan sehingga menugasi karyawannya untuk bekerja di rumah. Pengangguran memiliki hubungan yang sangat erat dengan kemiskinan yang terjadi sekarang ini. Pengangguran berarti tidak memiliki penghasilan, sehingga dapat meningkatkan angka kemiskinan.

Pengangguran juga bisa berkurang jika kita bekerja sesuai dengan hobi yang dimiliki. Bekerja sesuai dengan hobi sendiri lebih menyenangkan, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya, tidak ada lagi pegangguran. Begitupun dengan pekerjaan lain, gaji sesuai dengan kerjaan yang dilakukan.

Di zaman sekarang tidak sedikit remaja, dewasa, bahkan anak-anak bermain game online. Bukankah sekarang banyak yang bekerja online? Mengapa tidak membuat konten game yang kita gunakan, seperti yang diketahui banyak orang aplikasi yang dapat menghasilkan uang. Mengapa tidak mencoba? Inilah zaman sekarang, banyak masyarakat yang tak ingin mencoba hal baru. Mundur sebelum memulai.

Pendidikan sangat berpengaruh pada kemiskinan dan pengangguran karena dengan adanya pendidikan, maka kemiskinan dan pengangguran dapat diminimalisir keberadaannya. Setiap orang memiliki keterampilan, sehingga dapat menciptakan barang yang dapat diperjual-belikan, dengan itu pengangangguran berkurang dan apabila masyarakat berfikir seperti ini, maka kemiskinan pun berkurang setiap harinya.

Pendidikan juga bisa dikatakan sebagai kebutuhan bagi masyarakat, dengan adanya pendidikan masyarakat akan memiliki wawasan yang lebih luas. Wawasan itu mampu digunakan untuk bekerja yang pada akhirnya juga digunakan untuk memenuhi kebutuhannya dan untuk memberantas kemiskinan. Salah satu tujuan pendidikan untuk mencerdaskan bangsa, memberikan wawasan yang lebih luas kepada masyarakat sehingga ia mampu tumbuh menjadi manusia yang mandiri.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.