Cuaca ekstrim akhir-akhir ini telah melanda Kota Padang, seperti hujan dengan intensitas tinggi disertai angin badai. Kondisi demikian terjadi karena saat ini wilayah Sumatra Barat (Sumbar) berada pada fase puncak musim penghujan. Daerah Sumbar bagian baratnya adalah daerah pantai yang sepanjang tahun terdapat potensi hujan. Dari sini kita harus menyadari bahwa Kota Padang merupakan wilayah penghujan yang bisa disertai dengan angin badai.
Mungkin beberapa diantarakita pernah mengalami berkendara di saat hujan lebat. Hujan lebat disertai angin badai menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian pengendara. Banyak sebagian pengendara yang tetap berkendara dan menghiraukan bahaya yang akan terjadi. Padahal, hujan lebat disertai angin badai dapat menyebabkan pohon tumbang dan dapat mengakibatkan arus lalu lintas menjadi terganggu, serta membahayakan pengendara. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, hujan disertai angin badai akhir-akhir ini sudah menumbangkan lebih dari 15 pohon.
Solusi untuk menghindari dampak dari adanya angin badai adalah dengan mempelajari karakteristik temperatur udara. Pihak terkait harus memperhatikan kondisi pohon-pohon, terutama yang berpotensi tumbang agar tidak membahayakan masyarakat. Pohon-pohon yang sudah lapuk dan tua sebaiknya ditebang agar tidak tumbang saat angin badai. Beberapa tindakan mitigasi yang tepat dapat menyelamatkan kita dari bencana angin badai. Selain itu,mengetahui karakteristik temperatur udara dan pengaruhnya terhadap pola kecepatan angin merupakan bagian dari proses memahami Fisika diawali dari mencari tahu tentang fenomena alam secara sistematis. Ya, Fisika mempelajari sifat dan gejala fenomena alam.
Tidak hanya BPBD yang ikut andil dalam mitigasi bencana angin badai ini,tetapi semua pihak harus ikut andil. Masyarakat harus diberi edukasi dan kesadaran dari bahaya yang ditumbulkan melalui pendidikan di sekolah. Masalah tersebut dapat diatasi melalui pembelajaran Fisika dengan mengintegrasikan materi angin badaike dalam pembelajaran Fisika. Sebab Fisika merupakan ilmu yang mempelajari sifat dan gejala fenomena di alam, sedangkan angin badai merupakan salah satu fenomena alam.
Selain itu, masalah seluruh dunia yang sedang dihadapi dalam satutahun ini yaitu Covid-19. Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Covid-19 sangat berdampak pada dunia pendidikan. WHO mengeluarkan beberapa kebijakan seperti pembatasan sosial (social distancing) yang kemudian diganti menjadi jaga jarak fisik (physical distancing). Hal tersebutdilakukan untuk meminimalisir persebaran pandemi Covid-19.
Selama pandemi Covid-19, Kemendikbud merespon dengan kebijakan belajar dari rumah, melalui pembelajaran daring (dalam jaringan). Hal ini menjadikan tantangan sebagai seorang pendidik untuk memaksimalkan pembelajaran jarak jauh.Sejalan dengan itu, pendidik ditantang untuk selalu kreatif dalam mendesain materi pembelajaran dan menyediakan sumber belajar yang memungkinkan untuk pembelajaran daring seperti buku elektoronik (e-book).
Dengan kondisi new normal saat ini, proses pembelajaran disekolah menerapkan sistem ganjil-genap yang bertujuan untuk membatasi kapasitas peserta didik dalam kelas. Hal tersebut mengharuskan peserta didik untuk tetap belajar dari rumah. Pembelajaran dimasa new normalseperti ini mengisyaratkan agar sumber belajarharus berbasis elektronik yangdapat diakses dimana saja dan kapan saja. Misalnya seperti e-book.
E-booksangat mudah dalam mengaksesnya. E-booklebih memudahkan kita menampilkan apa yang dinarasikan dalam paragraf bisa didampingi dengan tampilan audio dan visual seperti video yang menampilkan fenomena alam seperti angin badai.Melalui penerapan teknologi informasi dalam pembelajaran diyakini dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap fenomena alam yang terjadi dilingkungannya. Kemudahan akses informasi ini menjadikan ICT dapat mengambil peran dalam akses terhadap berbagai sumber pembelajaran.
Harapan penulis sebagai mahasiswa Pendidikan Fisika dalam mengembangkan e-book Fisika terintegrasi mitigasi bencana angin badai dapat mengurangi resiko terjadinya bencana angin badai yang tidak dapat diprediksi waktu dan tempat terjadinya. Selain itu, e-book Fisika sangat penting pada kondisi new normal seperti ini yang mengharuskan pembelajaran berbasis ICT yang memudahkan peserta didik mengakses pembelajaran dimana saja dan kapan saja.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!