Artikel

Menyeimbangkan Antara Kuliah Dan Organisasi

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Senin, 19 November 2018 15:42 WIB • 👁 4.088 Pembaca

Kuliah dan Organisasi sejatinya adalah dua hal yang berbeda, tetapi sangat mustahil dipisahkan dari kehidupan mahasiswa. Kuliah dan Organisasi merupakan sarana untuk mengasah Hard Skill maupun Soft Skill yang sesuai dengan minat bakat mahasiswa itu sendiri. Banyak sekali organisasi yang bisa diikuti oleh mahasiswa, mulai dari adanya Forum Diskusi, Kegiatan Kesenian, Kewirausahaan, Jurnalistik dan banyak lagi yang lainnya.

Umumnya, banyak sekali mahasiswa yang datang ke kampus hanya untuk sekedar mengikuti kuliah, duduk manis di kelas, mengobrol dengan teman-temannya lalu pulang. Hal itu terjadi berulang-ulang setiap harinya, hal ini tentu sangat monoton sekali. Memang pada hakikatnya tujuan awal seorang mahasiswa masuk ke universitas adalah untuk belajar sesuai dengan disiplin ilmu yang ingin ditekuninya tetapi jika yang terjadi hanyalah kuliah pulang kuliah pulang saja setiap harinya, maka mahasiswa itu sendiri tidak akan mendapatkan ilmu yang tidak bisa dipelajarinya di bangku perkuliahan.

Dalam pandangan masyarakat mahasiswa dianggap sebagai strata sosial yang paling unggul karena tidak semua lulusan SLTA mampu menjejaki perguruan tinggi. Model pembelajaran untuk mahasiswa dapat kita namakan dengan Andragogi atau cara belajar orang dewasa, dimana kontribusi Dosen hanya sebagai pengarah saja dan mahasiswa harus mampu belajar mandiri.

Mahasiswa adalah aset penting dalam perkembangan suatu negara, para lulusan perguruan tinggi tersebut akan bekerja di setiap lapisan masyarakat, baik itu Birokrat ataupun Teknokrat. Untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai dengan apa yang diinginkan mahasiswa, maka mahasiswa tersebut haruslah memiliki Hard Skill dan Soft Skill. Kedua elemen itu sangat berpengaruh terhadap nasib mahasiswa ke depannya.

Jika Hard skill berhubungan dengan pembelajaran dalam ruang kelas, praktik laboratorium, presentasi, dan dirumuskan menjadi Indeks Prestasi atau yang lebih dikenal dengan IP. Memang Hard skill adalah subjek utama dalam keberhasilan mendapatkan pekerjaan, tetapi hal demikian tidaklah cukup. Hard Skill haruslah diimbangi dengan komplemen pendukung yang dikenal dengan Soft Skill.

Soft Skill berkaitan dengan keterampilan yang dimiliki oleh seorang mahasiswa dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial atau lebih dikenal dengan Interpersonal Skill dan juga kemampuan seseorang dalam mengatur dirinya sendiri, dikenal dengan Intrapersonal Skill. Soft Skill adalah hal yang tidak bisa didapatkan oleh mahasiswa dibangku perkuliahan, tetapi Soft Skill tersebut diasah melalui organisasi.

Organisasi adalah hal yang krusial dan mengambil kedudukan yang penting bagi mahasiswa, tetapi kesadaran mahasiswa itu sendiri untuk mau mengikuti kegiatan berorganisasi sangatlah rendah sekali. Mereka belum menyadari apa manfaat yang akan mereka peroleh nanti setelah mengikuti organisasi.

Menyeimbangkan antara Kuliah dan organisasi yang dimaksud disini adalah bagaimana kita mampu mengatur kedua hal tersebut agar mereka mampu berjalan beriringan dan tidak saling menganggu satu sama lainnya. Kuliah sebagai kewajiban utama harus berjalan dengan lancar dan tidak terganggu dan begitu juga sebaliknya, Organisasi sebagai sarana dalam usaha untuk mengembangkan diri untuk memperoleh Soft Skill hendaknya dapat diberi ruang agar dia mampu untuk mendukung kewajiban utama.

Ada beberapa faktor yang menjadi alasan mahasiswa tidak ikut andil dalam kegiatan organisasi, salah satunya yaitu kesulitan dalam memanajemen waktu dan tingginya hasrat untuk pulang kampung. Dua faktor tersebut menjadi penghambat yang sangat berpotensi terhadap mahasiswa. Dalam berorganisasi, mahasiswa dituntut harus mampu mengatur waktu antara jadwal kuliah dengan kegiatan diluar jadwal kuliah. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang belum mampu mengatur waktunya dan seringkali salah satu dari kegiatan tersebut menjadi keteteran. Jika hal tersebut sudah terjadi, maka mahasiswa terpaksa harus mengorbankan salah satunya, jika bukan kuliah yang menjadi korban maka organisasinyalah yang harus bubar jalan. Sebenarnya kuliah dan organisasi dapat berjalan dengan lancar jika saja mahasiswa tersebut mampu untuk mengatur waktu.

Faktor lain yang sangat berpengaruh, yaitu kuatnya hasrat mahasiswa untuk pulang kampung. Bagi mahasiswa yang kuliah di kota, mereka akan indekos di kota tersebut agar lebih dekat dengan kampus dan biasanya pada akhir pekan mahasiswa yang indekos tersebut akan pulang kampung. Pada saat-saat seperti inilah mahasiswa mengalami dilema,terlebih lagi kepada mahasiswa baru. Pulang kampung menjadi momok bagi mahasiswa yang ingin ikut berorganisasi karena biasanya kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan organisasi juga akan diselenggarakan pada akhir pekan.

Memang pulang kampung adalah hal yang menyenangkan, bisa berkumpul dengan keluarga dan bersenda gurau, tetapi kembali lagi pada hal yang telah dijelaskan diatas bahwa jika mahasiswa datang ke kampus hanya untuk sekedar belajar dan duduk manis dikelas saja maka mahasiswa tersebut tidak akan memperoleh sesuatu yang tidak didapatnya dibangku perkuliahan saja.

Banyak dari mahasiswa yang memilih untuk tidak berorganisasi dan lebih memilih untuk pulang kampung saja dan ketika ditanya kenapa, mereka hanya menjawab ingin pulang kampung saja. Tetapi, banyak dari mahasiswa yang rela mengorbankan waktunya untuk tidak pulang kampung hanya untuk mengikuti kegiatan organisasi, tetapi pada waktu-waktu tertentu mereka juga bisa pulang kampung tanpa mengorbankan waktu berorganisasi, mereka mampu menyeimbangkan semuanya. Kuncinya adalah bagaimana kepiawaian kita sebagai mahasiswa dalam mengatur waktu.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Riska Meliani
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 7 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.