Akhir-akhir ini, marak terjadinya tindakan yang memalukan dan semakin menjatuhkan harga diri negeri ini, yaitu seperti korupsi, narkoba, suap dan tindakan kriminal lainnya. Namun, mirisnya adalah pelaku dari tindakan-tindakan kejahatan tersebut adalah orang-orang pintar yang bergelar sarjana dan terlahir dari universitas ternama. Seperti banyaknya pemberitaan mengenai penangkapan para pejabat baik daerah maupun pejabat pusat yang terbukti memakan uang negara hingga triliyunan rupiah. Bukankah salah satu syarat untuk duduk sebagai "wakil rakyat" itu harus orang-orang yang terpelajar? Orang-orang yang sudah merasakan asam garam di bangku pendidikan? Serta orang-orang yang diharapkan dapat memajukan dan memberikan perubahan bagi bangsa ini? Hal tersebut tentu menjadi pertanyaan besar dan mesti ditinjau kembali.
Pendidikan menjadi salah satu kebutuhan yang mesti terpenuhi mengingat semakin pesatnya perkembangan kehidupan hari ini. Selain itu, pendidikan merupakan jembatan mencerdaskan generasi bangsa, serta memiliki peranan penting bagi kemajuan suatu bangsa. Mengutip perkataan Presiden kita Ir. Soekarno, "Beri aku sepuluh pemuda yang cinta negara ini, maka akan aku guncangkan dunia," kutipan tersebut dapat lebih menekankan dan menyadari kepada kita akan pentingnya peranan pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Namun, kondisi pendidikan di negeri ini sungguh memprihatinkan, pembelajaran nilai-nilai moral diabaikan hanya menjadi bahan pidato pada acara-acara tertentu. Akibatnya, generasi hari ini memiliki moral dan sopan santun yang sangat rendah terbukti dengan banyaknya kasus tawuran yang melibatkan para pelajar antar sekolah dengan alasan merasa ada yang merendahkan ia ataupun teman-temannya. Seperti yang dilansir oleh sindo.news.com bahwa, 8 siswa Sekolah Menengah Kejuruan ditangkap karena terlibat dalam aksi tawuran.
Tidak hanya tawuran ataupun tindakan kekerasan lainnya, bahkan generasi hari ini sudah mengalami krisis rasa malu, mereka bangga dan tanpa merasa bersalah berpegangan tangan dengan lawan jenisnya di tempat umum dan melakukan hal lainnya yang tidak sepantasnya di lakukan di tempat umum. Tanpa disadari, pendidikan hari ini lambat laun menjadikan manusia sebagai pribadi yang individualis, dan pribadi yang dengan senang hati melanggar nilai-nilai moral demi memenuhi keinginan dan egonya sendiri. Secara tidak langsung, hal ini menyebabkan hilangnya kesadaran bahwa manusia adalah makhluk sosial.
Pendidikan hari ini hanya berfokus kepada cara-cara untuk membuat pelajarnya pintar dari segi ilmu akademik, namun tidak diajarkan tentang nilai-nilai moral dan akidah, sehingga siswa akan merasa kosong dikarenakan tidak memiliki pedoman dalam hidup mereka. Pelajar dituntut untuk meraih nilai yang gemilang, bagaimana pentingnya nilai itu untuk masa depannya. Tidak heran banyak kasus bunuh diri yang dilakukan oleh pelajar hanya karena mendapatkan nilai yang tidak sesuai harapan mereka. Selain itu, mahalnya biaya pendidikan mengakibatkan generasi bangsa ini harus berjuang keras untuk memenuhi tuntutan biaya tersebut. Hal ini menjadi salah satu alasan mereka untuk menjadi "orang sukses" dengan menghalalkan segala cara. Bagi mereka yang telah berhasil untuk meraih posisi yang mereka inginkan, pasti akan terus berusaha membayar kesusahan mereka sebelumnya dengan menghalalkan segala cara seperti korupsi.
Krisis moral para pelajar hari ini tentu terjadi bukan tanpa sebab, banyak faktor yang mengakibatkan hal tersebut. salah satunya adalah peranan gadget dan kurangnya interaksi anak dengan orang tuanya. Dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, hanya dengan satu ketikan maka semua informasi yang ada di belahan dunia lainnya dapat diketahui, hal tersebut mengakibatkan banyaknya orang-orang yang merasa dunia sudah berada di genggamannya dan tidak peduli lagi dengan sekitarnya. Dengan gadget, para pelajar bebas mencari dan melihat berbagai hal yang diinginkannya, hal tersebut sangat berbahaya tanpa adanya peranan orang tua ataupun guru untuk membingnya.
Bukan hanya pelajar yang mengalami krisis moral hari ini, namun juga para pendidiknya yang mengalami krisis moral dan akidah. Telah banyak kasus yang menjadi bukti akan rusaknya moral dan akidah para pendidik hari ini. Seperti yang telah dilansir oleh liputan6.com bahwasanya seorang guru disinyalir melakukan tindakan asusila terhadap muridnya, dengan menjanjikan nilai yang bagus kepada siswanya ketika ujian.
Memprihatinkan, itulah kondisi pendidikan hari ini, seorang guru yang seharusnya memberikan contoh teladan dan membekali murid-muridnya ilmu yang bermanfaat malah merusak masa depan murid-muridnya sendiri. Hal tersebut terjadi karena krisis moral dan akidah dari guru tersebut serta kurangnya pemahaman dan tanggung jawab sebagai seorang pendidik. Upaya pemerintah dalam menerapkan kurikulum pendidikan berkarakter masih dirasa belum cukup, dilihat dari bobroknya moral anak didik hari ini. Pemerintah sebagai pihak yang dipercayakan masyarakat untuk mengatasi kebutuhan masyarakat seharusnya lebih peka terhadap kondisi pendidikan hari ini dan tegas kepada pihak-pihak yang akan menjadi hama perusak generasi bangsa ini. Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat membuat kebijakan-kebijakan yang akan melahirkan generasi-generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, namun juga memiliki moral dan berkarakter kuat.
Sejatinya, moral merupakan salah satu harta berharga bagi suatu bangsa, Seperti yang dikemukakan Thomas Lickona"Walaupun jumlah anak-anak hanya 25% dari total jumlah penduduk, tetapi menentukan 100% masa depan. Jika moral dari suatu bangsa sudah terabaikan, maka hanya menunggu waktu bangsa itu akan hancur.
Dari sinilah peran pendidikan diminta, untuk membenahi moral anak didik. Oleh karena itu, pendidikan merupakan salah satu yang menjadi dasar bagi suatu negara karena di sanalah tumbuh bibit-bibit yang akan menjadi penerus bangsa ini. Jika dasar itu telah rusak sebelum menjadi kokoh, lalu bagaimana caranya bibit-bibit dengan kualitas terbaik akan tumbuh.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!