Resensi

Etika dalam Jurnalisme Lingkungan

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 8 November 2014 09:40 WIB • 👁 4.339 Pembaca

Judul : 34 Prinsip Etis Jurnalisme Lingkungan

Penulis : Agus Sudibyo

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)

Cetakan : I, Agustus 2014

Tebal : 200 Halaman

Maraknya persoalan lingkungan dari hulu hingga hilir telah menghiasi keseharian manusia. Mulai dari masalah kerusakan hutan akibat pertambangan dan industri, kerusakan sumber air, banjir, kerusakan ekosistem, masalah politik, pertanian, medis, hingga teknologi menjadi topik yang populer belakangan ini. Masalah lingkungan berhubungan dengan hajat hidup banyak orang. Karena itu, masalah lingkungan ini memerlukan penanganan khusus dalam menyelesaikan kasusnya.

Pers pada dasarnya adalah agen pengontrol dan pejuang kepentingan publik. Pers juga menjadi agen penyalur informasi dari dan untuk masyarakat. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa pers dalam kesehariannya menjadikan kepentingan umum di atas segalanya. Dan penyelamatan lingkungan hidup adalah bagian dari kepentingan umum itu. Jurnalisme lingkungan sebagai sebagai salah satu cabang pers dan media yang memberitakan masalah lingkungan, diharapkan mengangkat fakta-fakta dan memberi banyak masukan bagi solusi persoalan lingkungan. Pers harus mampu menangkap banyaknya inisiatif masyarakat dalam memecahkan persoalan lingkungan. Intinya jurnalisme lingkungan menyampaikan seruan kepada semua pihak untuk berpartisipasi dalam penyelamatan lingkungan, baik dalam bentuk tindakan nyata maupun ide dan solusi.

Media massa secara moral mempunyai tanggung jawab untuk memberitakan kasus hingga tuntas, terutama jika media itu sendiri yang memulai pemberitaan tersebut. Pers harus menuntaskan kasus yang dimulainya–dan terlanjur menyedot perhatian khalayak–dengan selalu berpegang pada Kode Etik Jurnalstik. Apalagi bila kasus itu menyangkut hajat hidup orang banyak, nama baik perorangan, atau kelompok tertentu. Istilahnya, "Kau yang mulai, kau juga yang mengakhiri."

Namun, dalam pelaksanaannya, banyak jurnalis yang bersikap "lempar kasus tinggalkan tanda tanya". Jurnalis memberitakan kasus kerusakan lingkungan, pencemaran dan ketidakadilan terhadap warga ke ruang publik, memberitakannya secara menggebu-gebu dalam beberapa waktu, menyedot perhatian publik, menciptakan kontroversi, namun tidak mengawal kasusnya hingga tuntas. Sebelum kebenaran tentang suatu kasus terungkap, pers keburu beranjak pada kasus lain yang lebih aktual, sehingga kebenaran kasus tetap menggantung dan publik tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang dilemparkan pers. Pers yang seharusnya membantu masyarakat mencari jawaban atas persoalan publik ternyata hanya meninggalkan tanda tanya besar.

Agus Sudibyo dalam 34 Prinsip Etis Jurnalisme Lingkungan memberikan panduan praktis bagaimana seharusnya jurnalisme lingkungan bekerja. Menurutnya, dalam konteks jurnalisme lingkungan banyak rambu yang harus diperhatikan oleh jurnalis. Jurnalisme lingkungan harus mampu memberitakan dan mengawal proses penanganan masalah sampai solusinya ditemukan. Jurnalisme lingkungan bukanlah pemberitaan model sekali muat, kemudian selesai. Namun, berperan dalam jangka panjang dengan kontinuitas peliputan. Jurnalisme lingkungan juga harus mementingkan akurasi, bukan hanya menyenangkan satu atau dua pihak yang berkepentingan. Dalam konteks itulah buku ini sangat bermanfaat sebagai seruan kepada semua jurnalis untuk selalu menjunjung etika jurnalistik, khususnya untuk jurnalis lingkungan hidup.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Rizka Wahyuni
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.