Judul Buku : Laut Bercerita
Penulis : Leila S. Chudori
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Terbit : 2017
Tebal : 379 halaman
Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori mengisahkan Biru Laut, mahasiswa aktivis yang menjadi korban penghilangan paksa menjelang reformasi 1998. Bersama kawan-kawannya di Winatra dan Wirasena, Laut bergerak diam-diam melawan rezim yang represif, hingga ia ditangkap, disiksa, dan tak pernah kembali.
Kekuatan novel ini ada pada cara penulis menceritakan dua sisi. Paruh pertama dituturkan Laut dari tempat gelapnya, penuh persahabatan, diskusi, dan mimpi, sampai penculikan dan penyiksaan. Paruh kedua dituturkan adiknya, Asmara Jati, yang ditinggalkan dalam ketidakpastian. Dari sinilah cinta keluarga tampil paling kuat.
Orang tua Laut tetap menjalankan rutinitas makan bersama setiap hari Minggu dan menyiapkan tempat untuk anak yang belum pulang. Ibu Laut tidak pernah menyatakan cintanya dengan kata-kata besar. Cintanya hadir lewat kesetiaan menunggu, menolak menyerah meski kenyataan terasa kejam. Kakak-beradik dan keluarga korban lain akhirnya berkumpul menuntut jawaban, sehingga duka pribadi berubah menjadi perjuangan bersama.
Leila, penulis novel laut bercerita menuliskan tokoh dengan bahasa yang indah tetapi tidak berlebihan. Adegan penyiksaan dan kehilangan terasa menyayat tanpa jatuh menjadi sekadar sensasi. Satu kelemahannya, banyaknya tokoh dan alur maju-mundur yang dapat membingungkan pembaca di awal. Namun, ketekunan membaca dibayar dengan pengalaman emosional yang kuat.
Laut Bercerita mengingatkan bahwa sejarah bukan hanya angka dan tanggal, melainkan juga keluarga yang tetap menunggu. Novel ini layak dibaca, terutama oleh generasi muda yang perlu memahami harga sebuah kebebasan.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!