Kolom

Seni Berpolitik Mahasiswa

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Rabu, 14 Mei 2014 19:56 WIB • 👁 2.385 Pembaca

Tak semua berkesempatan mengkancah dunia politik. Termasuk didalamnya berpolitik di dunia kampus. Politik dikalangan mahasiswa terkadang hanya bisa dirasakan oleh kelompok atau individu yang memiliki kepentingan tertentu. Pada umumnya kepentingan itu bersifat memihak untuk kebersamaan, tetapi yang sering terjadi perpolitikan dirasuki oleh unsur lain yang sifatnya memihak kelompok.

Perpolitikan mahasiswa biasanya berada dalam ranah organisasi. Mahasiswa yang aktif dalam organisasi pada kenyataannya lebih sedikit daripada mahasiswa yang tidak berorganisasi, oleh sebab itu politik kampus hanya dirasakan oleh sebahagian mahasiswa saja. Mahasiswa yang tidak berorganisasi sering dijadikan sebagai "ladang" suara oleh suatu kelompok mahasiswa untuk memperoleh kursi organisasi di kampusnya.

Dalam hal ini, akan terjadi suatu perang antarkelompok mahasiswa dalam memperoleh simpatisan atau pendukung untuk bisa memajukan calon mereka agar bisa duduk di kursi keorganisasian. Perang ini biasanya tidak berupa adu fisik, namun lebih kepada perang pemikiran. Lebih dititikberatkan pada kepandaian suatu kelompok mahasiswa dalam melobi mahasiswa yang pada umumnya untuk mendukung kandidat yang akan diangkatkan.

Dapat kita ambil contoh ketika pesta demokrasi di sebuah universitas yang sering disebut dengan pemilihan umum raya mahasiswa (Pemira). Pemira untuk memilih ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan awal dari pendidikan politik bagi mahasiswa. Karena pemira adalah sebuah cara kerja politik dalam lingkup kampus untuk menyampaikan aspirasi para mahasiswa. Pemilu merupakan sebuah alat untuk melakukan pendidikan politik bagi para mahasiswa agar mereka memahami hak dan kewajibannya untuk bersuara dalam dunia kampus. Dengan terlibat dalam proses pelaksanaan pemira, diharapkan para mahasiswa akan mendapatkan pengalaman langsung bagaimana selayaknya seorang mahasiswa berkiprah dalam miniatur sebuah sistem demokrasi.

Pemira adalah suatu proses pergantian kepemimpinan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi lembaga kemahasiswaan dan menjadi kegiatan pembuktian tegaknya demokrasi mahasiswa di dalam sebuah kampus. Maka, mahasiswa akan mendapatkan pendidikan politik praktis dan diharapkan efektif sejak dini dari pemira.

Bagi mahasiswa, berpolitik juga merupakan proses yang memberikan dinamisasi karakter, kedewasaan, wacana, dan intelektualitas. Dari politik, mahasiswa bisa belajar bagaimana menghimpun suatu kekuatan agar dapat terpilih. Politik pulalah yang mengajarkan ketatnya persaingan dalam sebuah pemilihan, baik itu setingkat negara maupun setingkat universitas.

Meski maksud untuk menmperoleh kekuasaan tidak bisa dihindarkan dari berbagai masalah, seperti masalah internal antarcalon, masalah antarpendukung, namun meletakkan masalah tersebut dalam sebuah jalan demokrasi harus ditanamkan. Mahasiswa yang terjun ke dalam ranah persaingan itu harus memiliki manajemen konflik yang baik, yaitu tahu cara mengatur emosi. Bisa berpikir positif dan tidak gegabah dalam bertindak. Mahasiswa yang berpolitik di kampus tentu tidak ingin pertikaian-pertikaian tersebut terjadi dalam pemilihan. Karena hal itu akan menimbulkan perpecahan antarsivitas nantinya. Baik itu pertikaian antarpendukung atau pertikaian antargolongan. Untuk itu, berpolitik yang bersih dan sehat adalah salah satu cara untuk menghindari berbagai konflik yang kemungkinan terjadi. Belajarlah berpolitik bersih. Baik bersih dari praktik kecurangan-kecurangan seperti penggandaan suara, money politik maupun praktik keji lainnya.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Husni Dwi Syafutri
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.