Resensi

Seni dalam Menulis Sosok

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Rabu, 28 Agustus 2013 23:01 WIB • 👁 2.069 Pembaca

Judul : Menulis Sosok Secara Inspiratif, Menarik, Unik

Penulis : Pepih Nugraha

Penerbit : Kompas

Cetakan : Mei 2013

Tebal : XX + 196

Berawal dari tulisannya yang dimuat di harian Kompas dengan judul "Djamhari Kena Vonis Dua Kali", Pepih Nugraha semakin ketagihan untuk menulis feature dengan genre human interest. Setidaknya sebanyak 60 feature sosoknya telah dimuat di harian Kompas hingga sekarang.

Untuk menghasilkan feature sosok yang bagus dan menarik, tak sedikit upaya yang ia lakukan. Beranjak dari mengakrabkan diri pada banyak buku biografi atau autobiografi orang-orang ternama dengan pengalaman dan cerita dahsyat. Namun, yang lebih penting adalah mengekplorasi orang yang akan dijadikan sosok, seperti membaca biografi, mendengar tentang dirinya dari keluarga atau kerabat dan wawancara langsung.

Menurut Pepih, menulis sosok adalah menulis kehidupan atau perjalanan hidup seseorang. Hal tersebut merupakan upaya untuk menganalisis dan menafsirkan sejumlah peristiwa luar biasa yang menimpa seseorang. Kemudian, menyinkronkannya dengan apa yang digeluti sosok tersebut sekarang dan efeknya terhadap orang lain.

Satu hal yang tidak boleh hilang dari penulisan sosok, yaitu nilai berita (news value) seperti konflik. Selain itu, nilai berita yang harus diperhatikan adalah keunikan masing-masing individu. Seperti yang ia katakan bahwa: "setiap orang adalah sebuah unikum, pemilik ciri khas yang berbeda dari milik orang lain mana pun. Masing-masing individu dilahirkan dengan kreativitas yang berbeda-beda pula. Keunikan setiap orang inilah yang lalu melahirkan "seni" profil atau sosok."

Dalam penulisan sosok, penulis harus mengumpulkan bahan sebanyak mungkin. Baik diperoleh melalui wawancara, rujukan jejak langkah sosok, rujukan perpustakaan atau sumber tertulis lain, dari komentar orang, maupun pengamatan langsung dilapangan. Metoda dalam penulisan sosok sebenarnya cukup sederhana. Sebagai informasi dasar yaitu biografi penulis seperti nama, tempat tanggal lahir, riwayat keluarga, dan lain sebagainya. Selanjutnya menggali kiprah dan pengalaman sang sosok. Lebih tepatnya, mengenali diri sang sosok secara mendalam. Hal tersebut bisa saja berupa momentum tak terlupakan sang sosok, cerita suka duka atau peristiwa terbesar yang menimpa hidupnya. Juga menggali kenapa ia bisa sampai "terjerembab atau terjerumus" pada bidang yang ia geluti. Namun, yang paling penting yaitu sisi historis sang sosok. Sisi historis yang menjadikan sang sosok melahirkan sebuah tonggak sejarah, setidak-tidaknya tonggak sejarah bagi dirinya.

Bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa jurnalistik, bahkan siapa saja yang tertarik dalam dunia menulis dapat memanfaatkan buku ini sebagai inspirasi untuk menulis sosok yang menarik. Dalam bukunya ini, Pepih menekankan ada satu hal yang perlu diingat sebelum memilih seseorang untuk dijadikan sosok, dengan mengajukan pertanyaan sederhana: "apa yang membuat orang ini spesial atau menarik untuk ditulis?" Dari pertanyaan ini biasanya akan muncul pertanyaan lebih lanjut; apakah yang dilakukan orang ini bermanfaat bagi orang banyak bahkan mungkin bisa mengguncang dunia atau tidak?

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Media Rahmi
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.