Kolom

Seragam Dinas Kampus

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Selasa, 27 Agustus 2013 17:30 WIB • 👁 1.547 Pembaca

Kampus adalah miniatur negara yang memiliki struktur dan peran yang dibagi secara jelas. Adapun sosok yang mengisi peran dalam struktur bagan organisasi kampus tersebut adalah aktivis kampus atau aktivis mahasiswa. Maka sebagai seorang aktivis kampus, idealnya ia telah menyiapkan porsi secara lebih untuk kepentingan kampus (kepentingan mahasiswa).

Ibarat sebagai seorang ksatria yang beraksi dengan kostumnya, maka hal seperti itu juga yang dilakukan beberapa kalangan aktivis mahasiswa saat ini, kompak dengan menggunakan seragam dinasnya. Melalui seragam dinas ini, mahasiswa berlabel aktivis beraksi menjadi bagian penggerak dalam sebuah organisasi kampus.

Tentu saja, sosialisasi ini merupakan sarana yang efektif untuk memperkenalkan sebuah organisasi bagi kalangan junior, senior, atau rekan seangkatan bahwa ia merupakan bagian dari penggerak kampus. Melalui seragam inilah sebuah ‘cap’ melekat secara tidak langsung kepadanya, sebab semua orang kenal dengan dirinya.

Namun apakah sebatas memakai seragam dinas kampus saja disebut aktivis? Seorang aktivis tidak hanya memakai seragam dinas, sebab menjadi seorang aktivis kampus bukanlah sebuah titel yang dilekatkan secara formal dalam sebuah upacara. Menamakan diri sebagai aktivis mahasiswa tentu memiliki esensi bahwa mahasiswa tersebut bergerak dalam ruang lingkup organisasi yang kegiatannya untuk kepentingan umum (mahasiswa).

Peran ganda yang dimiliki oleh aktivis tidak sebatas kesibukan perkuliahan akademik, namun juga dalam kegiatan tambahan yang menuntut dia (aktivis mahasiswa) dapat melakukan porsi lebih. Menjadi aktivis pun merupakan pilihan yang harus dilakukan secara professional dan mampu bertanggung jawab dengan label organisasi tersebut.

Dalam mindset mahasiswa pada umumnya menjadi aktivis adalah mahasiswa yang mau bergerak secara aktif, kritis, membawa perubahan, dan banyak lainnya. Artinya secara tidak langsung hendak mengatakan bahwa menjadi Si aktivis kampus berarti ia belajar untuk berbuat lebih (diatas rata-rata) mahasiswa pada umumnya. Aktivis mahasiswa tidak hanya menghabiskan waktunya untuk akademik dan hiburan namun juga belajar manajemen organisasi dan menggerakkan. Menjadi mahasiswa yang dinamis, dapat bekerjasama dan mampu berkegiatan untuk mahasiswa lainnya menjadi ciri khas seorang aktivis.

Maka menjadi aktivis kampus bukanlah sekedar formalitas dengan memakai seragam dinas kampus. Namun memang memperkenalkan jati dirinya bahwa ia memang sosok aktivis mahasiswa yang memiliki sikap kritis dan dinamis. Tentu saja, mahasiswa umumnya sebagai warga kampus akan lebih mementingkan sebuah kualitas dari apa yang dihasilkan daripada kuantitas dari apa yang ia kenakan.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Priondono
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 6 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.