Edible film adalah lapisan tipis yang dapat dikonsumsi yang digunakan sebagai pengemas makanan. Film ini terbuat dari bahan-bahan yang aman untuk dikonsumsi, seperti pati, protein, atau polisakarida lainnya.
Edible film memiliki sifat fleksibel dan dapat membentuk lapisan pelindung pada produk makanan.
Edible film ini merupakan lapisan tipis dimana suatu lapisan yang terbuat dari bahan yang dapat dimakan. Lapisan ini ditempatkan di antara komponen makanan atau berfungsi sebagai penghalang terhadap perpindahan massa seperti kelembapan, oksigen, lipid, dan zat terlarut. Selain itu, lapisan tipis juga berperan sebagai pembawa bahan makanan.
Dalam buku Edible Films and Coatings Characteristics, Formation, Definitions, and Testing Methods dijelaskan bahwa edible film terdiri dari tiga komponen utama, yaitu hidrokoloid, lipid, dan komposit. Namun, ada masalah umum yang sering muncul, yaitu edible film cenderung rapuh.
Untuk mengatasi masalah tersebut, bahan tambahan perlu ditambahkan saat pembuatan edible film. Salah satu bahan tambahan yang sering digunakan adalah plasticizer, yang berfungsi untuk meningkatkan kekuatan, keelastisan, dan ketahanan edible film agar tidak mudah patah.
Dikutip dari buku Edible and Biodegradable Polymer Film: Challenges and Opportunities, penambahan plasticizer akan meningkatkan sifat-sifat edible film secara signifikan.
Dengan kata lain, Edible film merupakan sebuah inovasi atau pembaharuan dalam pengemasan makanan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Inovasi ini juga memberikan manfaat dalam melindungi dan memperpanjang masa simpan produk makanan.
Referensi :
Donhowe, I.G. dan Fennema, O.R. (1994). Edible Films and Coatings Characteristics, Formation, Definitions, and Testing Methods. Academic Press Inc., London.
Krochta, J.M. dan De Mulder-Johnston, C. (1997). Edible and biodegradable polymer film: challenges and opportunities. Food Technology 51: 61-74.
Mali, S., Grossmann, M.V.E., Garcia, M.A., Martino, M.N. dan Zaritzky, N.E. (2005). Mechanical and thermal properties of yam starch films. Food Hydrocolloids 19: 157-164.
McHugh, T.H. dan Krochta, J.M. (1994a). Sorbitol- vs glycerol-plasticized whey protein edible films: integrated oxygen permeability and tensile property evaluation. Journal of Agriculture and Food Chemistry 42: 841-845.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!