✍ PUISI
“Jalan buntuSendiriku mencari arah......”
✍ PUISI
“Kala malam mengundangmuMatamu yang......”
✍ PUISI
“Jauh sekali jarak yang kaurentang......”
✍ PUISI
“Ada wajah di balik kotak berlapis......”
✍ PUISI
“"Beri aku 10 pemuda, maka aku......”
✍ PUISI
“"Di reruntuh kelopak aku berteduh,......”
✍ PUISI
“Waktu adalah pacuan dalam perut......”
✍ PUISI
“Bahwa aku tak lagi ingin merindu......”
✍ PUISI
“Bahwa aku tak lagi ingin merindu......”
✍ PUISI
“Selaksa cahaya mampir berkedip.........”
✍ PUISI
“Ia berdiri dalam kelam menatap......”
✍ PUISI
“Aku mengenangnya lewat tawa Tawa......”