Program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FIS Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar debat konstitusi di Ruang Auditorium Prof. Kamaluddin Fakultas Ekonomi. Perlombaan yang diikuti oleh beberapa Orgaisasi Mahasiswa (Ormawa) selingkup UNP ini diadakan selama dua hari (30-31/5) dengan tema "Mahasiswa UNP Cerdasi Konstitusi".
Winda Manhartika selaku ketua pelaksana kegiatan mengatakan bahwa sebanyak 21 tim terdaftar sebagai peserta namun pada technical meeting tersisa 19 tim yang akan berlaga pada babak penyisihan. Selain itu Winda juga menjelaskan bahwa para juri yang akan menilai perlombaan ini merupakan dosen UNP serta praktisi dari luar yang memang berkopemten pada bidangnya.
Dari 19 tim yang berlaga, Program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) berhasil memboyong peringkat ke-1, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa Indonesia (Basindo) menempati peringkat ke-2 dan HMJ Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) menempati peringkat ke-3.
Dr. Ardipal, M.Pd. selaku pembantu rektor IV yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan seperti ini tidak boleh berhenti sampai disini saja. Karena kegiatan ini dapat meningkatkan kredibilitas Program Studi jurusan bahkan universitas. "Dengan adanya kegiatan seperti ini mudah-mudahan akan melahirkan mahasiswa-mahasiswa yang ahli debat secara rasional, cerdas, dan santun," ungkapnya, Jumat (30/5).
Sejalan dengan itu Junaidi Indrawadi S.Pd,. M.Pd. selaku Pembina debat konstitusi mengutarakan bahwa tujuan diadakan lomba ini untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa terutama aktivis memandang konstitusi yang ada di Indonesia. Karena konstitusi merupakan masalah semua warga negara, bukan hanya masalah sekelompok orang, masalah pemerintah, ataupun masalah orang-orang kecil saja. Dia berharap setelah kegiatan ini akan ada generasi-generasi muda yang professional dalam memahami konstitusi. "Mahasiswa sebagai bagian dari bangsa dan negara hendaknya tidak hanya sekedar tahu, melainkan juga dapat memahami dan mencerdasi konstitusi tersebut" tutupnya. Suci
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!