Ganto.co - Enam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas di Universitas Andalas (Unand) berkolaborasi dalam kegiatan yang mengusung tema Konsolidasi Pemikiran Pemuda dan Gerakan Intelektual Sumatera Baratdi Kolam Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unand, Senin (10/5).
Kegiatan ini melibatkan BEM Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Keperawatan (FKEP), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Teknologi Informasi (FTI), dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB).
Lutfi Al-Rido, mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Unand angkatan 2023 sekaligus Koordinator Lapangan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antar fakultas yang memiliki tugas dan fungsi secara bersama.
"Kegiatan ini kami berkolaborasi dengan fakultas dan memang sudah ada tupoksinya. Tupoksinya secara bersama," ujar Rido.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pemikiran mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan. Konsolidasi dilakukan untuk mendorong generasi muda agar lebih responsif terhadap kebijakan dan persoalan yang berkembang di masyarakat.
"Kolaborasi enam fakultas menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pemikiran mahasiswa, dan upaya mendorong generasi muda agar lebih responsif," katanya.
Rido menjelaskan, tema tersebut dipilih berdasarkan perhatian terhadap gerakan mahasiswa dalam merespons kebijakan yang berkembang. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki sikap kritis agar tidak bersikap apatis terhadap berbagai persoalan.
"Karena kita melihat bagaimana gerakan-gerakan mahasiswa dalam merespons kebijakan, agar tidak terjadi gerakan yang apatis," jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi enam fakultas juga diarahkan untuk merespons isu kebijakan nasional yang berkaitan dengan Sumatera Barat. Isu yang dibahas mencakup pertanian, politik, sosial, kesehatan, kebudayaan, hingga teknologi.
"Dalam momentum enam fakultas ini, kita akan merespons isu kebijakan nasional. Kebanyakan pelopor dari Sumatera Barat ini belum banyak merespons isu," tuturnya.
Rido menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan di Indonesia dan Sumatera Barat.
"Ini bukan kegiatan mahasiswa, tapi kegiatan pemuda-pemudi ataupun generasi-generasi penerus yang siap tanggap mengenai apa saja yang terjadi pada Indonesia dan Sumatera Barat," pungkasnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!