Ganto.co - Ratusan mahasiswa memadati halaman depan Kantor Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) dalam aksi "Sumbar Hitam, September Melawan" yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa se-Sumatera Barat (BEM SB) dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Kamis (24/9).
Sejumlah mahasiswa membawa poster bertuliskan "Petani Menjerit" dan "September 1001 Hitam Masalah Petani".
Tuntutan yang dibawa mahasiswa yakni pemulihan sektor pertanian yang terdampak bencana pada akhir 2025, salah satunya di Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar.
"Fokusnya ke pemulihan sektor pertanian yang terdampak bencana, rekonstruksi pasca terjadinya bencana tahun kemarin. Tetapi isu yang lainnya juga kami bawa, seperti harga buku yang tidak merata di Sumatera Barat, baik itu buku subsidi dan nonsubsidi," kata Putra Alkahfi Harahap saat diwawancarai Ganto.
Putra mengungkapkan kekecewaannya karena pihak Pemerintah Provinsi Sumbar tidak menemui massa aksi.
"Tujuan kami untuk berdiskusi dengan gubernur, wakil gubernur ataupun sekretaris daerah tidak tercapai, alasannya banyak. Padahal aksinya di kantor gubernur, tapi kami datang ke rumah beliau, beliau tidak dapat menghadiri kami," ungkapnya.
Putra menyebut massa aksi disambut Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Dinas Pertanian. Tuntutan diterima OPD dan akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumbar.
"Walaupun dari OPD dan Dinas Pertanian datang, namun masih banyak tuntutan-tuntutan yang kami berikan kepada pimpinan. Makanya kami meminta langsung pimpinan yang menghadiri kami, agar semua tuntutan kami itu dapat diproses ke OPD-OPD terkait ataupun ke pemangku kepentingan terkait," ucapnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!