Ganto.co -Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan program pengabdian masyarakat melalui pembuatan wahana wisata untuk mendukung pengembangan pariwisata di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Program tersebut bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabun Taluak Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.
Skema Program Pengabdian UNP Berdampak ini berjudul "Pemberdayaan Pokdarwis Kabun Nagari Alahan Panjang melalui Pelatihan Pembuatan Wahana Wisata Air, Pengelolaan Profesional, dan Bahasa Inggris Menuju Destinasi Internasional".
Rahmat Azis Nabawi, selaku ketua program pengabdian, menyatakan bahwa kegiatan tersebut bermitra dengan Pokdarwis Kabun Nagari Alahan Panjang. Program ini juga melibatkan mahasiswa dan dosen dari Departemen Teknik Mesin, Departemen Pariwisata, serta Departemen Bahasa dan Sastra Inggris.
"Tim program pengabdian ini didanai oleh LPPM UNP. Setelah pembuatan tim, kami membuat proposal pendukung. Program ini dibuat untuk membuat wahana wisata untuk mendukung pengembangan wisata di Alahan Panjang. Tim kita libatkan dari mahasiswa dan dosen," katanya saat diwawancarai Ganto, Sabtu (5/9).
Selama dua bulan program pengabdian berlangsung, Rahmat menyebut tim bersama Pokdarwis Kabun melaksanakan pelatihan pembuatan boat sebanyak dua kali.
"Pokdarwis yang datang ke sini dilatih untuk membuat boat. Mereka diajari cara mencetak dari fiber, cetakannya itu dibuat menggunakan cetakan semipermanen hingga ada proses laminasi," jelasnya.
Selanjutnya, pengelolaan usaha wisata tersebut dilatih oleh Dosen Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP), Yaumil Ardi.
"Boat dibawa ke Alahan Panjang dan dipakai untuk usaha wisata warga sekitar. Nah, pengelolaannya dilatih oleh Pak Yaumil, dosen FPP," ungkapnya.
Selain itu, Rahmat menyebut tim pengabdian membuat video promosi dalam bahasa Inggris agar dapat dipahami oleh wisatawan internasional.
"Kami melibatkan mahasiswa Departemen Bahasa dan Sastra Inggris untuk pembuatan video dalam bahasa Inggris dan diunggah ke platform YouTube," tuturnya.
Rahmat juga menjelaskan bahwa boat yang dibuat timnya berbahan dasar fiber. Boat tersebut memiliki daya tahan lebih dari 10 tahun, ramah lingkungan, serta mampu menampung hingga enam orang.
"Jadi, kelebihan boat fiber ini lebih ringan daripada kayu. Kalau kayu semakin basah maka dia semakin berat, nah kalau serat fiber tidak terpengaruh oleh air jadi tidak akan berat jika kena air. Selain itu, durability-nya lama sampai 10 tahun lebih," jelasnya.
Rahmat berharap dengan adanya video tersebut, semakin banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Alahan Panjang.
"Diharapkan wisata asing ramai berkunjung ke Alahan Panjang," harapnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!