Berita

Tim PKM PM RISEBI UNP Hadirkan Program Pengembangan Diri Bagi Anak Panti

Tim PKM PM RISEBI UNP Hadirkan Program Pengembangan Diri Bagi Anak Panti
Tim PKM PM UNP "RISEBI" foto bersama dengan anak panti dan pengelola panti setelah melakukan pelatihan dan berbagai kegiatan seperti Talkea, Barito: Barani Carito dan sesi Rise and Praise (Self-Efficacy) pada Minggu (14/6). f/istimewa.
Ganto.co -

Dalam upaya menghadirkan pendampingan psikososial yang berkelanjutan dan bermakna, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Negeri Padang (UNP) meluncurkan sebuah inovasi program berjudul "Program Intervensi Psikososial Melalui Internalisasi Filosofi Wabi Sabi dalam Upaya Meningkatkan Pengembangan Diri Anak Panti Asuhan Azzahra Jannah". Program pelatihan ini dilaksanakan pada Minggu (14/6).

Inisiatif ini dirancang oleh tim RISEBI diketuai oleh Syifa Ainul Fitri dari program studi S1 Psikologi, bersama empat anggota tim lainnya yaitu Dequeenta Eiffel (S1 Psikologi), Nailah Rahma Sabita (S1 Psikologi), Fauzan Habibullah Attaqi (S1 Teknik Elektro), dan M. Nuzul Iman (S1 Pendidikan Matematika). Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian ini berjalan di bawah bimbingan dan arahan intensif dari Lailatur Rahmi, selaku Dosen Pembimbing.

Latar belakang lahirnya RISEBI bersumber dari kepedulian terhadap dinamika kehidupan remaja panti di kawasan padat Pasar Raya yang kerap menghadapi tantangan emosional serta keterbatasan akses pengembangan potensi diri. Tim RISEBI UNP melihat pentingnya sebuah pendekatan yang tidak hanya menyentuh aspek psikologis, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan praktis di era digital. Melalui pilar Wabi-Sabi, para remaja diajak untuk menyadari bahwa latar belakang dan keterbatasan masa lalu bukanlah sebuah penghalang, melainkan bagian dari identitas unik yang dapat ditempa menjadi kekuatan baru.

Pelaksanaan program RISEBI dikemas secara bertahap dan deskriptif untuk membimbing perkembangan remaja panti secara menyeluruh. Tahap awal dimulai dengan Rise to Know Me (Self-Awareness), pada tahap ini peserta diajak mengenali emosi dan melatih regulasi diri menggunakan teknik grounding sederhana, pengisian jurnal harian "BARITO: Barani Carito", serta media permainan interaktif "TALKEA". Proses ini membantu remaja menguraikan perasaan yang selama ini terpendam dengan cara yang aman dan menyenangkan.

Memasuki tahap kedua, Rise Me Up (Self-Compassion), internalisasi filosofi Wabi-Sabi dipraktikkan secara nyata melalui seni terapi Kintsugi. Dalam sesi ini, para peserta diajak memecahkan pot keramik kemudian merakit kembali pecahan tersebut menggunakan perekat berwarna emas. Aktivitas ini menjadi simbolisasi mendalam bahwa retakan atau luka dalam hidup tidak menghancurkan nilai seseorang, melainkan justru menambah keindahan dan ketahanan diri saat diterima dengan penuh kesadaran.

Tidak berhenti pada pemulihan emosional, program RISEBI melanjutkan pendampingan ke tahap Rise the New Skill (Hard Skill). Pada sesi ini, remaja panti dibekali dengan literasi digital terapan, seperti merancang desain produk berupa kaos menggunakan aplikasi Canva hingga mengolah video promosi kreatif melalui aplikasi CapCut. Pembekalan keterampilan ini bertujuan untuk membangun kemandirian serta memberikan fondasi wirausaha digital yang adaptif bagi masa depan mereka.

Sebagai puncaknya, kegiatan ditutup dengan sesi Rise and Praise (Self-Efficacy) melalui pameran. Dalam pameran ini, seluruh hasil karya dipamerkan secara terbuka, memberikan ruang bagi para remaja panti untuk mempresentasikan hasil karya mereka sekaligus memupuk rasa bangga dan keyakinan akan kapasitas diri yang dimiliki, serta menjadi wadah bagi para remaja panti untuk melatih keterampilan public speaking, di sini mereka memberanikan diri tampil menceritakan makna filosofis di balik karya Kintsugi serta konsep desain yang mereka ciptakan di hadapan para pengunjung.

Dosen Pembimbing PKM-PM UNP, Lailatur Rahmi, menyampaikan harapannya atas dampak jangka panjang dari program ini.

"Kami berharap program ini mampu memberikan pengalaman yang bermakna bagi anak-anak panti. Ketika mereka memiliki penerimaan diri yang baik, mampu mengelola emosi, serta dibekali keterampilan yang bermanfaat, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan dan memiliki keyakinan yang lebih besar untuk meraih cita-citanya," ujarnya pada Rabu (14/06).

Sambutan dan apresiasi disampaikan oleh pihak pengelola panti asuhan yang merasakan langsung dampak positif perubahan sikap para remaja selama kegiatan berlangsung. Tomi Putra, selaku pengurus Panti Asuhan Azzahra Jannah, mengutarakan rasa terima kasih mendalam atas kehadiran tim mahasiswa UNP di tengah-tengah anak asuhnya.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian mahasiswa UNP melalui program ini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat yang sangat positif bagi perkembangan mereka," tutur tomi (14/06).

Kegiatan Kintsugi menjadi salah satu sesi yang paling berkesan bagi peserta karena mereka dapat memahami filosofi Wabi-Sabi melalui kegiatan secara langsung.

"Waktu potnya pecah saya kira nanti jadi jelek, tapi setelah disusun dan diperbaiki lagi ternyata malah jadi bagus. Dari situ saya merasa kalau manusia juga seperti itu. Walaupun pernah punya masalah atau kekurangan, bukan berarti kita tidak berharga," ungkap salah seorang anak.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

admin
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP
Diedit & Diverifikasi oleh: Arifa Adila (Pemimpin Redaksi Daring)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.