Ganto.co - Universitas Negeri Padang (UNP) resmi menjadi tuan rumah pelaksanaan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Varsity Carnival 2026, yang bertepatan dengan peringatan 25 tahun kerja sama IMT-GT. Acara yang berlangsung pada 24–27 Agustus ini diikuti oleh 500 hingga 600 peserta dari berbagai universitas di tiga negara, menjadikannya ajang diplomasi budaya dan olahraga terbesar di kawasan Asia Tenggara tahun ini. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium UNP, Selasa (25/8).
Asisten Prof. Siraya Sitthisarn, Wakil Presiden Bidang Urusan Mahasiswa dan Keterlibatan Sosial Universitas Thaksin, Thailand, menyampaikan bahwa partisipasi negaranya didasari komitmen terhadap kerja sama tahunan IMT-GT.
"Universitas Thaksin merupakan anggota IMT-GT. Kami menyadari bahwa setiap tahun terdapat perjanjian untuk berpartisipasi dalam ajang Varsity Carnival. Tahun ini, kami mempersiapkan mahasiswa kami untuk turut serta, dan memilih mahasiswa yang memiliki bakat terbaik untuk mewakili universitas," ujarnya.
Ia juga mengaku terkesan dengan keunikan budaya Indonesia yang disajikan UNP.
"Ini adalah kedua kalinya saya berkunjung ke Indonesia. Saya sangat mengagumi kekayaan budaya yang ditampilkan, dan saya yakin seluruh peserta maupun penonton akan sangat menyukainya," tambahnya.
Sementara itu, Puteri Nur Hidayah, delegasi dari Malaysia, menjelaskan bahwa tujuan utama partisipasi Malaysia adalah memperkenalkan budaya sekaligus bertukar ilmu pengetahuan.
"Tujuan utama kami adalah untuk pertukaran budaya dan pendidikan. Program ini dirancang untuk mempromosikan budaya negara kita kepada negara mitra, sekaligus memperoleh wawasan dan pengetahuan baru dari negara lainnya," jelasnya.
Suci Nayla Aprilia, peserta dari Universitas Negeri Medan (UNIMED), turut membawa kekayaan etnis Sumatra Utara.
"Persiapan kami telah dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Karena ini merupakan ajang internasional, kami ingin menampilkan yang terbaik. Kami menyusun konsep dan menentukan etnis yang akan ditampilkan. Sumatra Utara terdiri dari delapan etnis berbeda, dan akhirnya kami memutuskan untuk menampilkan budaya Pakpak Dairi," ungkapnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!