Berita

Layangkan 5 Tuntutan, Mahasiswa Nilai Prabowo-Gibran 'Belum Layak Pimpin Indonesia'

Layangkan 5 Tuntutan, Mahasiswa Nilai Prabowo-Gibran 'Belum Layak Pimpin Indonesia'
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Barat membacakan tuntutan terhadap pemerintah di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat pada Senin (15/6)f/fernando

Ganto.co -Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar seruan aksi bertajuk "Indonesia Sekarat" di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat pada Senin (15/6).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan saat ini. Adapun tuntutan terhadap pemerintah dan lembaga legislatif , yakni :

1. Menuntut agar pemerintah segera menghentikan pemborosan dalam menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

2. Menuntut agar pemerintah menghentikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang dinilai bermasalah.

3. Menuntut pembatalan Revisi UU Polri.

4. Mendesak agar pemerintah dapat menstabilkan nilai tukar rupiah guna menjaga stabilitas ekonomi nasional demi kesejahteraan rakyat.

5. Mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk bertanggung jawab atas kegagalan dalam tata kelola pemerintahan saat ini.

Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Andalas (UNAND) Shabbarin Syakur mengatakan bahwa kebijakan pemerintah saat ini tidak berpihak kepada rakyat dan berdampak bagi masyarakat.

"Kami menilai kepemimpinan Prabowo-Gibran belum sepenuhnya layak untuk memimpin Indonesia. Banyak kebijakan yang masih bermasalah dalam proses maupun dampaknya bagi masyarakat," ucapnya.

Menteri Kebijakan Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UNAND, Nibras Ananta Ferdinand menyoroti berbagai permasalahan yang ada di Indonesia yang merugikan masyarakat.

"Banyak permasalahan di Indonesia, seperti harga dolar terus naik, harga pertamax naik, program MBG yang menghabiskan banyak APBN dan dikorupsi serta ketidaksesuaian bidang ketua BGN yang notabennya ahli serangga," tegasnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Fernando Dwi Vidrianti*
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter Junior
Diedit & Diverifikasi oleh: Arifa Adila (Pemimpin Redaksi Daring)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 7 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.