Berita

BEM FISIP Unand Hadirkan Talkshow GPS Bahas Realitas Global

BEM FISIP Unand Hadirkan Talkshow GPS Bahas Realitas Global
Tangkapan Layar Zoom Meeting Talkshow GPS (Global Perspective Series) yang diselenggarakan oleh BEM FISIP UNAND bekerja sama dengan PPI Dunia, Sabtu (6/6). f/Fara

Ganto.co - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand) bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia mengadakan talkshow bertajuk GPS: Out of Campus Bubble: Surviving Media and Global Reality as Students secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (6/6). Kegiatan ini menghadirkan Direktur Komunikasi dan Informasi PPI Dunia, Cevin Chandra Meysaputra, sebagai narasumber.

Ketua BEM FISIP Unand, Shelfie Agraini, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka wawasan mahasiswa agar tidak hanya terpaku pada lingkungan kampus, tetapi juga memahami isu dan realitas yang berkembang di tingkat global.

"Lingkungan dan isu yang dihadapi mahasiswa tidak hanya terbatas pada kampus. Mahasiswa perlu melihat berbagai perspektif lain agar mampu memahami perkembangan dunia yang semakin dinamis," ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, Cevin Chandra Meysaputra menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan media digital telah menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi mahasiswa. Menurutnya, media saat ini memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang memperoleh informasi, membentuk pandangan, hingga menentukan cara berinteraksi dengan dunia.

"Dunia digital dapat memberikan banyak manfaat dan kesempatan, tetapi juga menghadirkan berbagai ancaman jika tidak disikapi dengan bijak. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki perspektif yang lebih luas dalam memahami media," katanya.

Ia menyoroti fenomena campus bubble, yaitu kondisi ketika mahasiswa terlalu nyaman berada dalam lingkungan kampus sehingga kurang menyadari realitas dan persaingan yang terjadi di luar. Menurutnya, kenyamanan tersebut dapat membatasi wawasan mahasiswa terhadap berbagai perkembangan global.

"Kampus merupakan tempat yang baik untuk belajar dan berkembang. Namun, mahasiswa juga perlu memahami bahwa dunia di luar kampus jauh lebih luas dengan kompetisi yang tidak lagi terbatas pada lingkup lokal, melainkan berskala internasional," jelasnya.

Cevin menambahkan bahwa globalisasi dan kemajuan teknologi membuat persaingan semakin terbuka. Mahasiswa tidak hanya bersaing dengan sesama mahasiswa di Indonesia, tetapi juga dengan individu dari berbagai negara.

"Kesempatan saat ini semakin besar, tetapi kompetisi juga semakin tinggi. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun wawasan global dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi," ungkapnya.

Ia mengajak mahasiswa untuk terus memperluas wawasan dengan mengikuti perkembangan isu nasional maupun internasional. Menurutnya, pemahaman terhadap berbagai realitas global dapat membantu mahasiswa menjadi individu yang lebih adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan.

"Jangan hanya memahami isu-isu di lingkungan kampus. Biasakan membaca berita dan perkembangan internasional agar memiliki cara pandang yang lebih luas terhadap berbagai persoalan yang terjadi di dunia," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Fara Dwi Elysia*
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter Junior
Diedit & Diverifikasi oleh: Aulia Ranti Putri (Editor Berita)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 6 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.