Ganto.co - Himpunan Mahasiswa (HIMA) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas (Unand) mengadakan Audit Training 2026 bertema Navigating Complexity: Risk-Based Audit in Modern Financial Reporting secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (6/6).
Ketua Pelaksana, Faresa Sanggani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai proses audit serta gambaran praktik audit yang mendekati kondisi nyata di dunia profesional.
"Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menambah wawasan dan pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kesiapan serta kepercayaan diri peserta dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang akuntansi dan audit," ujarnya.
Ketua Himpunan, Fikra Liberta Putra, mengatakan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan dunia bisnis yang semakin kompleks. Menurutnya, auditor saat ini dituntut mampu mengidentifikasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi kualitas laporan keuangan.
"Melalui pendekatan berbasis risiko, auditor tidak hanya berfokus pada pemeriksaan transaksi, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah melalui pemahaman yang mendalam terhadap risiko-risiko yang dihadapi organisasi," katanya.
Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Ketua Departemen Akuntansi FEB UNAND, Rita Rahayu, menyampaikan bahwa profesi auditor tidak lagi hanya berperan sebagai pemeriksa laporan keuangan, tetapi juga sebagai pihak yang mampu memberikan solusi dan keyakinan atas kualitas informasi keuangan yang disajikan.
"Dunia bisnis yang terus berkembang, kemajuan teknologi, dan transaksi yang semakin kompleks telah memunculkan berbagai risiko baru. Karena itu, auditor dituntut tidak hanya memahami standar, tetapi juga mampu melihat risiko yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain," ujarnya.
Dalam pemaparannya, Dewi Novita Sari menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama auditor adalah menjaga kualitas audit di tengah keterbatasan waktu dan kompleksitas transaksi yang terus meningkat. .
"Penilaian risiko di awal menjadi sangat penting agar auditor dapat merancang prosedur audit yang tepat dan memastikan kualitas audit tetap terjaga," jelasnya.
Senior Manager RSM Indonesia, Rahmat, menjelaskan bahwa praktik audit modern saat ini telah beralih dari pendekatan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh transaksi menjadi pendekatan berbasis risiko (risk-based audit). Melalui pendekatan ini, auditor memfokuskan pengujian pada area yang memiliki risiko salah saji paling tinggi.
"Audit berbasis risiko memungkinkan auditor bekerja lebih efektif dan efisien dengan tetap menjaga kualitas hasil audit melalui fokus pada area-area yang signifikan," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa auditor kini juga berperan sebagai trusted advisor yang tidak hanya memberikan opini atas laporan keuangan, tetapi juga memberikan rekomendasi perbaikan terkait pengendalian internal, kepatuhan terhadap regulasi, dan tata kelola organisasi.
"Auditor tidak hanya memberikan opini atas laporan keuangan, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui rekomendasi perbaikan pengendalian internal, kepatuhan, dan tata kelola organisasi," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!