Berita

UM Sumbar Bahas Peran Sawit untuk Ekonomi dan Keberlanjutan

UM Sumbar Bahas Peran Sawit untuk Ekonomi dan Keberlanjutan
Tangkapan layar Zoom Meeting Webinar Series III oleh Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat, Rabu (3/6). f/Siti

Ganto. co- Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar) menggelar Webinar Series III bertajuk "Sawit: Emas Hijau Indonesia — Berkah atau Bencana?" melalui Zoom Meeting, Rabu (3/6). Narasumber pada acara tersebut adalah Kepala Subbagian Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) Perseroan Terbatas (PT) Palma Nusantara, Muhammad Dicky Pradinata, S.S.T.

Webinar membahas peran strategis kelapa sawit sebagai komoditas unggulan nasional sekaligus tantangan dalam pengelolaannya. Dalam pemaparan, Dicky menjelaskan bahwa industri kelapa sawit menjadi penggerak utama perekonomian nasional karena menyumbang devisa ekspor besar dan menyerap jutaan tenaga kerja.

"Industri kelapa sawit menjadi penyumbang devisa terbesar di luar sektor migas dan menghidupi jutaan masyarakat, terutama petani di daerah pedesaan," ujarnya.

Dicky menambahkan bahwa keberadaan perkebunan sawit mendorong perkembangan ekonomi pedesaan melalui pembangunan infrastruktur seperti jalan, listrik, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, serta peningkatan aktivitas perdagangan lokal.

"Bagi sebagian masyarakat, sawit menjadi jalan keluar dari kemiskinan karena memberikan pendapatan yang relatif stabil dibandingkan komoditas lainnya," jelasnya.

Selain kontribusi ekonomi, Dicky menyoroti keunggulan produktivitas sawit dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lain. Menurutnya, sawit mampu menghasilkan minyak dalam jumlah lebih besar dengan penggunaan lahan yang lebih efisien.

"Produktivitas sawit jauh lebih tinggi dibandingkan kedelai, bunga matahari, maupun tanaman minyak nabati lainnya sehingga kebutuhan lahan dapat ditekan," ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan pengembangan industri sawit harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial agar manfaat ekonomi tidak mengorbankan keberlanjutan.

"Keberhasilan industri sawit tidak hanya diukur dari keuntungan ekonomi, tetapi juga dari kemampuannya menjaga lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tutup Dicky.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Siti Nur Hasanah*
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter Junior
Diedit & Diverifikasi oleh: Zahroh Salsabila basir (Redaktur Tulisan Daring)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.