Ganto.co - Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) resmi membuka kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Juli–Desember 2026 sebagai persiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, Selasa (2/6). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium UNP selama dua hari.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM UNP), Anton Komani, menyampaikan jumlah peserta KKN periode ini mencapai sekitar 5.800 mahasiswa, dengan sekitar 2.900 mahasiswa mengikuti pembekalan pada hari pertama. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini tetap mengacu pada aturan universitas serta diarahkan pada pencapaian lima poin Sustainable Development Goals (SDGs).
"Program KKN ini dilaksanakan berdasarkan kaidah dan aturan universitas dengan fokus pada lima SDGs utama, serta melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti BKKBN, BPJS Ketenagakerjaan, dan Kementerian Lingkungan Hidup," ujarnya.
Rektor UNP, Krismadinata, dalam sambutannya menegaskan pelaksanaan KKN sejalan dengan filosofi universitas, yaitu "Alam Takambang Jadi Guru". Ia menekankan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan lapangan, melainkan proses pembelajaran kehidupan bagi mahasiswa.
"KKN bukan untuk berlibur, tetapi untuk belajar banyak hal dari kehidupan masyarakat. Minimal, mahasiswa belajar dari perilaku dan pengalaman yang dapat dijadikan pelajaran berharga," ujarnya.
Krismadinata juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga sikap selama pelaksanaan KKN, termasuk berhati-hati dalam bertindak, menghormati etika dan adat istiadat setempat, serta menjaga nama baik almamater. Ia menekankan pentingnya membangun relasi dengan mahasiswa dari kampus lain serta mengembangkan kemampuan kolaborasi dan manajemen diri.
"Mahasiswa harus menjaga etika, nama baik almamater, serta mampu berkolaborasi dan beradaptasi selama KKN," tambahnya.
Ia menyoroti posisi UNP sebagai salah satu perguruan tinggi penerima Kartu Indonesia (KIP) Kuliah terbesar di Indonesia. Karena itu, mahasiswa diharapkan memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat dan negara.
"Mahasiswa harus menyadari bahwa mereka adalah bagian dari penerima bantuan negara. Karena itu, sudah semestinya ikut berkontribusi kepada masyarakat, termasuk mereka yang kurang beruntung," pungkasnya.
Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi, bekerja sama lintas fakultas, mengelola program kerja dengan baik, serta memperoleh pengalaman bermakna selama pelaksanaan KKN.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!