Berita

Diskusi Publik UNAND Soroti Hak Perempuan dan KBGO

Diskusi Publik UNAND Soroti Hak Perempuan dan KBGO
Pemaparan Materi oleh Narasumber Solidaritas Perempuan dalam Diskusi Publik "Kebangkitan Gerakan Perempuan untuk Keadilan dan Kesetaraan" yang diselenggarakan UKM PHP Universitas Andalas bersama Solidaritas Perempuan secara daring melalui Zoom Meeting, Ju

Ganto.co - Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Humaniora dan Pengabdian (UKM PHP) Universitas Andalas (UNAND) bekerja sama dengan Solidaritas Perempuan (SP) menggelar diskusi publik bertema "Kebangkitan Gerakan Perempuan untuk Keadilan dan Kesetaraan" yang dilakukan melalui Zoom Meeting, Jumat (29/5).

Diskusi ini membahas tentang berbagai bentuk ketidakadilan gender yang masih dialami perempuan serta peran generasi muda dalam memperjuangkan kesetaraan yang dihadiri oleh sejumlah aktivis perempuan.

Rina, perwakilan SP, menjelaskan bahwa perempuan masih menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan, mulai dari keterbatasan akses terhadap hak kepemilikan aset, hak maternitas, hingga minimnya keterlibatan perempuan dalam ruang pengambilan keputusan.

"Hak-hak perempuan, termasuk hak maternitas seperti cuti menstruasi dan cuti melahirkan, seharusnya menjadi hak yang dipenuhi oleh negara, institusi pendidikan, maupun tempat kerja," ujarnya.

Ia juga menyoroti masih terbatasnya akses dan kontrol perempuan terhadap sumber daya alam serta rendahnya representasi perempuan dalam proses perumusan kebijakan di tingkat daerah maupun nasional. Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan berbagai kebutuhan perempuan sering kali tidak menjadi prioritas dalam pembangunan.

Selain itu, Rina menjelaskan bahwa perkembangan teknologi turut menghadirkan tantangan baru berupa Kekerasan Gender Berbasis Online (KBGO). Ia menilai penyebaran foto, video, maupun bentuk pelecehan melalui media digital dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi korban.

Pada sesi diskusi, salah satu peserta bernama M. Alfata Zaky sebagai Mahasiswa UKM PHP UNAND, turut mempertanyakan peran generasi muda, khususnya Generasi Z, dalam memperjuangkan isu kesetaraan gender dan menjaga ingatan kolektif terhadap berbagai pelanggaran hak perempuan di masa lalu.

Menanggapi hal tersebut, Yuni sebagai Pemateri dari UKM PHP UNAND mengatakan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan kampanye publik. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menyebarluaskan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu perempuan.

"Kita harus memberikan pemahaman kepada teman-teman bahwa berbagai kasus yang merampas hak perempuan merupakan persoalan yang harus terus diperjuangkan," jelasnya.

Yuni juga menambahkan bahwa media sosial dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengedukasi masyarakat mengenai berbagai persoalan perempuan sekaligus mengangkat isu-isu yang selama ini kurang mendapat perhatian publik.

Sebagai penutup, Rina berharap mahasiswa tidak hanya memahami persoalan ketidakadilan gender secara teoritis, tetapi juga berperan aktif dalam menyuarakan isu-isu perempuan melalui edukasi, kampanye, maupun berbagai bentuk advokasi di lingkungan sekitar.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Silvia Rahma Haneshar*
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter Junior
Diedit & Diverifikasi oleh: Aulia Ranti Putri (Editor Berita)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 8 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.