Berita

Islam dan Masa Depan Teknologi: Tantangan dan Tanggung Jawab Moral

Islam dan Masa Depan Teknologi: Tantangan dan Tanggung Jawab Moral
Tangkapan layar Zoom Meeting Pengajian Rabuan UNAND Mengaji (UNAND REBORN) oleh Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik UNAND, Rabu (20/5). f/Aisyah A.

Ganto.co – Universitas Andalas mengadakan pengajian rabuan UNAND mengaji (UNAND REBORN) pada Rabu (20/5) melalui zoom meeting. Hubungan antara Islam, perkembangan ilmu pengetahuan, dan masa depan teknologi menjadi sorotan penting dalam sebuah pemaparan akademis yang disampaikan oleh seorang profesor asosiasi di Zayed University, Uni Emirat Arab. Yogi Ahmad Erlangga, menjelaskan bahwa Islam pada hakikatnya telah meletakkan ilmu pengetahuan sebagai pilar utama sejak awal penciptaan manusia. Namun, umat Muslim saat ini dihadapkan pada tantangan besar untuk bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi pemain utama di dunia teknologi.

Dalam penjelasannya, pembicara memaparkan dua aspek penting dalam aktivitas keilmuan yang terkandung dalam lima ayat pertama Surat Al-Alaq, yaitu membaca (Iqra') dan menulis (Qalam) sebagai instrumen pengetahuan. Budaya literasi inilah yang melahirkan kekayaan intelektual kolektif (collective intellectual property).

"Ketika sebuah hasil produk pemikiran dituliskan dan disebarluaskan, hasil tersebut menjadi hasil pemikiran intelektual kolektif, jadi milik bersama. Pemikiran bersama ini yang kelak akan membantu manusia untuk senantiasa semakin mengembangkan ilmu, dan yang kedua, memanfaatkan ilmu-ilmu tersebut untuk menghasilkan produk-produk yang bermanfaat bagi manusia," ujar pembicara.

Pembicara menyayangkan kondisi dimana berbagai lompatan besar dalam evolusi teknologi mulai dari revolusi industri hingga era Artificial Intelligence (AI) saat ini didominasi oleh dunia Barat karena umat Islam terdistraksi oleh hal-hal lain.

"Ketika orang Barat semakin curious (penasaran) tentang alam semesta, kita terdistraksi oleh hal-hal lain. Hal ini sangat disayangkan tentunya. Sebagai sebuah produk, ilmu teknologi itu tidak menjadi masalah bagi Muslim kalau misalnya kita berpikir kita tidak bisa memproduksi sesuatu karena pada akhirnya kita bisa menempat (memakai) juga. Tapi ada beberapa hal yang membuat kita akhirnya (seharusnya) menjadi seorang pemain. Ini tantangan terbesar bagi umat Islam," tutur pembicara.

Pembicara memaparkan bahwa dampak ketertinggalan umat Muslim dalam penguasaan teknologi saat ini sangat terasa pada aspek moralitas, dimana nilai-nilai etika Islam sering kali tidak terakomodasi dalam konsepsi maupun aplikasi teknologi modern karena posisi umat yang mayoritas hanya bertindak sebagai pengguna (user) dan bukan pencipta (player). Tantangan terbesar ini muncul di era informasi dan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) saat ini, sebab teknologi tidak lagi sekadar membantu aktivitas fisik manusia, melainkan sudah masuk dan memengaruhi proses berpikir. Perkembangan AI dan arus informasi yang masif tersebut kini membawa dampak serta perubahan nyata terhadap pola hidup anak-anak, dinamika kehidupan sosial, hingga bagaimana jati diri umat Muslim seutuhnya digambarkan secara global.

Meski tertinggal, pembicara berharap kondisi ini harus dijadikan modal utama bagi sivitas akademika dan bangsa Indonesia untuk memaksimalkan ikhtiar keilmuan agar bisa mandiri dalam mengembangkan teknologi.

"Proses diseminasi ilmu itu menjadi semakin luas, informasi bisa diakses di mana pun. AI bisa membantu kita dalam menyusun keilmuan, mengembangkan keilmuan, dan mengemas keilmuan kita. Hal ini harus menjadi protokol modal buat kita sebagai sivitas akademika untuk bisa memaksimalkan upaya kita untuk mengembangkan ilmu," tutup pembicara.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Aisyah Alin Fitri*
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter Junior
Diedit & Diverifikasi oleh: Nasywa Ashila Bustami (Koordinator Liputan)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 9 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.