Ganto.co - Pemerintah Kota Bukittinggi bersama tokoh adat, niniak mamak, dan bundo kanduang menggelar Alek Anak Nagari dalam rangka memperingati 100 tahun Jam Gadang di Lapangan Kantin Bukittinggi, Sabtu (16/5).
Kemeriahan acara dimulai sejak pagi melalui pawai budaya yang diikuti ribuan peserta. Beragam pakaian adat khas Minangkabau, payung barada, hingga dentingan talempong pacik memeriahkan jalanan Kota Bukittinggi dan menarik perhatian masyarakat serta wisatawan yang hadir.
Para bundo kanduang tampak berjalan beriringan sambil menjunjung talam atau carano di atas kepala dengan mengenakan baju kuruang basiba dan tangkuluak. Sementara itu, para pria mengenakan pakaian penghulu lengkap.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat melalui prosesi adat yang sarat nilai budaya. Pembukaan ditandai dengan penyulutan badia-badia lasuang yang menggelegar di udara.
Suasana semakin meriah ketika gubernur bersama sejumlah tokoh nagari turut mencoba permainan tradisional tarompa sayak atau egrang tempurung kelapa. Aksi para pejabat yang berusaha menjaga keseimbangan di atas batok kelapa mengundang tawa dan sorakan masyarakat.
Gubernur Sumatera Barat menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu memperkuat nilai budaya Minangkabau di kalangan generasi muda.
"Alek Anak Nagari ini bukan sekadar tontonan belaka. Ini adalah cara kita menyuntikkan kembali nilai-nilai luhur Minangkabau kepada generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi, anak-anak kita harus tetap mengenal budaya dan permainan tradisional," ujarnya.
Selain pawai budaya, kegiatan juga diramaikan dengan berbagai perlombaan antarpelajar. Siswa tingkat SD mengikuti lomba permainan anak nagari seperti tarompa panjang, egrang bambu, hingga permainan kampar.
pelajar SMP mengikuti lomba memasak inti, sedangkan siswa SMA menampilkan kemampuan memasak makanan khas Minangkabau seperti anyang dan asam simpadeh.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menghadirkan lima rangkaian utama, yakni pawai anak nagari, lomba masakan Minang antarpelajar, lomba panitahan, lomba permainan tradisional, serta pertunjukan seni budaya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap peringatan 100 tahun Jam Gadang tidak hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat pelestarian budaya Minangkabau di tengah masyarakat.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!