Ganto.co - Seorang Mahasiswa UNP berinisial EH diduga melakukan penyimpangan seksual sesama jenis di salah satu kamar indekos Jalan Gajah 4, Air Tawar Barat, Padang, pada Sabtu (16/05/26) pukul 23.00 WIB. Dugaan tersebut mencuat setelah EH diketahui sering membawa pria berbeda ke kamar indekos setiap harinya saat tengah malam.
Salah satu penggerebek yang enggan disebutkan namanya mengatakan ia mulai curiga terhadap aktivitas EH karena mahasiswa tersebut kerap membawa teman pria ke kamar pada larut malam.
"EH sering membawa temannya sekitar jam 12 malam, awalnya kami tidak berpikiran aneh-aneh, tetapi lama kelamaan mulai menimbulkan kecurigaan, mulai dari suara-suara aneh, salah satunya suara ranjang kayu bergesek," sebutnya saat diwawancari Ganto pada Minggu (17/05).
Ia juga mengungkapkan EH sebelumnya diduga kerap membawa pria yang berbeda ke kamar indekosnya hampir setiap hari.
"EH membawa orang yang berbeda-beda setiap harinya, kurang lebih dalam satu minggu dia membawa minimal 4 orang yang berbeda," ungkapnya.
Ia menambahkan, penghuni indekos sempat melakukan penyelidikan selama beberapa hari sebelum akhirnya menemukan bukti berupa rekaman menyimpang yang diduga dilakukan EH dengan sesama pria.
"Setelah diselidiki beberapa hari, kami mendapatkan bukti bahwa EH pernah melakukan Video Call Sex (VCS) dengan sesama cowo," tambahnya.
Pada malam penggerebekan, penggerebek mengaku mendengar suara tawa dari dalam kamar EH. Setelah pintu didobrak, keduanya disebut ditemukan dalam keadaan saling berpelukan dan hanya mengenakan celana dalam.
"Saat malam penggerebakan terdengar suara dua orang tertawa di dalam kamar EH, setelah kami dobrak pintu kamar mereka, ternyata mereka sedang berpelukan tanpa pakaian busana hanya menggunakan celana dalam," ungkapnya
Ia juga menambahkan, EH dan rekannya sempat membantah tuduhan tersebut dengan alasan hanya sedang beristirahat. Namun, setelah diperlihatkan beberapa bukti, termasuk rekaman VCS, keduanya akhirnya mengakui perbuatannya.
"Saat diajak ngobrol, awalnya mereka bilang hanya tidur saja, tetapi setelah diberikan bukti bukti seperti video VCS akhirnya mereka mengakui bahwa mereka memang melakukan penyimpangan seksual," jelasnya.
Menurut keterangan saksi, persoalan tersebut akan diserahkan kepada pihak yang dinilai memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
"Karena persoalan ini bukan menjadi ranah kami, maka tindak lanjutnya akan kami serahkan kepada pihak yang berwenang," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!