Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Seni Rupa Universitas Negeri Padang (UNP) berkolaborasi dengan Taman Budaya Sumatera Barat menggelar festival seni bertajuk Arek Lungga Art Exhibition di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat, Rabu (13/5). Festival ini menghadirkan beragam karya seni seperti lukisan, ukiran patung, hingga instalasi jejak lumpur yang berhasil menarik antusiasme masyarakat untuk menikmati pameran tersebut.
Panitia acara, Raysha Dwi Anggraini, menyampaikan bahwa salah satu karya yang paling diminati pengunjung ialah lukisan berjudul Perempuan Dalam Simpul Waktu. Ia menjelaskan makna di balik estetika kaca dan benang merah yang menggantung sehingga menjadi spot berfoto favorit pengunjung.
"Kami ingin karya instalasi Arek Lungga ini menggabungkan berbagai macam media. Selain menjadi spot foto yang menarik, refleksi perempuan Minang melalui elemen kaca juga mampu menggugah perasaan pengunjung," ujarnya.
Selain itu, seniman Sandi Ariandi mengungkapkan interpretasi mendalam terhadap lukisan perempuan yang ia ciptakan sebagai bentuk kritik terhadap perubahan cara berpakaian dan etika perempuan Minang saat ini.
"Fenomena perempuan di Minangkabau yang kini kerap berpakaian tidak sesuai dengan adat Minang, yakni sopan dan tertutup, cukup menggambarkan keseluruhan makna dari lukisan ini," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia agar lebih menghargai karya seni serta mendukung para seniman tanah air.
"Harapan saya, pemerintah dan masyarakat dapat lebih menghargai karya seni serta mendukung para seniman tanpa memandang sebelah mata, karena pada dasarnya negeri ini juga lahir dari seni," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!