Ganto.co - Unit Kegiatan (UK) Wadah Pengkajian dan Pengembangan Sosial Politik (WP2SOSPOL) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar diskusi publik bertajuk "Di Tanah Minang yang Indah, Ada Aktivitas Tambang yang Terus Menggerogoti dan Absennya Penindakan Pemerintah Daerah" di Ruang Senat Rektor UNP, Selasa (12/5). Diskusi ini membahas persoalan pertambangan dan pentingnya pengawasan terhadap kerusakan lingkungan di Sumatera Barat.
Pembina WP2SOSPOL, Dr. Desri Nora, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam berdasarkan prinsip adat Minangkabau.
"Dalam adat Minangkabau, kita punya prinsip malu jika tanah mulai rusak dan tidak dijaga. Kita juga punya prinsip bahwa setiap keputusan besar, termasuk izin tambang, harus melibatkan masyarakat nagari," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa sebagai kaum intelektual untuk bersikap kritis terhadap persoalan pertambangan yang terjadi saat ini.
"Penting kiranya kita kritis terhadap persoalan tambang hari ini, jangan hanya menguntungkan satu pihak saja hingga masyarakat menjadi dirugikan. Mahasiswa sebagai kaum intelektual harus mampu melihat persoalan ini secara kritis," katanya.
Ia berharap mahasiswa dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga aset bangsa dan lingkungan, khususnya di wilayah Sumatera Barat.
"Kita berharap mahasiswa nantinya dapat menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan aset-aset bangsa, terutama tambang-tambang yang hari ini perlu diselamatkan," ujarnya.
Ketua Umum WP2SOSPOL, Abdul Hamid Gusri, menyampaikan diskusi publik tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diharapkan menghasilkan langkah nyata dari hasil pembahasan forum.
"Diskusi ini bukan hanya seremonial, tetapi memang ada output dari hal yang kita diskusikan nanti," ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk aktif menyampaikan pandangan dan gagasan selama diskusi berlangsung.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!