Ganto.co - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat kembali mengadakan kelas Public Speaking dalam kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dengan topik "Teknik Presentasi, Berpendapat dan Percaya Diri di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang, Sabtu (9/5).
Duta Baca Provinsi Sumatera Barat, Fahada Yusra, dalam penyampaiannya menyoroti visual sebagai unsur utama public speaking yang pengaruhnya paling besar setelah vokal dan verbal.
"Public speaking itu paling besarnya dipengaruhi oleh visual seperti penampilan dan body language seperti bagaimana cara berjalan, cara tersenyum menyapa, kontak mata dengan audiens, dan berekspresi" ujarnya.
Ia juga mengingatkan audiensagar menerapkan beberapa adab umum dalam public speaking seperti adab berdiri, duduk, bertanya dan menjawab serta berbicara.
"Ketika kita public speaking, orang-orang tidak hanya melihat apa yang kita sampaikan, tetapi juga penampilan kita. Cara berdiri yang paling benar minimal itu adalah tegak lurus" jelasnya.
Menurut Fahada, adab bertanya, menjawab dan berbicara tidak kalah penting dalam public speaking, baik untuk speaker ataupun audiens.
"Ketika kita bertanya atau menjawab pertanyaan, adabnya adalah kita harus berdiri jika kita sedang duduk dan dibuka dengan ungkapan terima kasih lalu diikuti dengan perkenalan diri" ungkapnya.
Ia juga menekankan kepada audiens untuk tidak merendahkan diri di atas panggung ketika perkenalan diri
"Dalam public speaking jangan sekali-kali merendahkan diri di atas panggung, itu haram hukumnya karena akan mengubah kapasitas dan kapabilitas diri. Lalu jangan pula sampai merendahkan orang lain" tegasnya.
Fahada juga menjelaskan pentingnya mencuri perhatian audiens saat presentasi dan teknik berpendapat yang baik dalam sebuah forum.
"Kunci presentasi yang baik itu adalah bukan bicara, tapi curi perhatian audiens dahulu. Lalu ketika kita mengemukakan pendapat jangan sekali-kali merendahkan pendapat orang lain apalagi dalam forum" ujarnya.
Di akhir kelas, Fahada juga mengungkapkan harapannya agar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat dapat menyediakan lift untuk mempermudah akses pengunjung, khususnya penyandang disabilitas, kepada reporter Ganto.
"Semoga ke depannya Perpustakaan ini bisa membangun lift agar teman-teman disabilitas lebih mudah mengakses layanan hingga ke lantai empat," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!