Berita

"Satu Pria Dikelilingi Lima Wanita, MUNAFIK Curi Perhatian di Teater Mursal Esten"

"Satu Pria Dikelilingi Lima Wanita, MUNAFIK Curi Perhatian di Teater Mursal Esten"
Pementasan teater "Munafik" dengan nuansa dramatis dan simbolis di atas panggung. f/ Shasya

Ganto.co - Pementasan monolog bertajuk Munafik karya Eji Gusti Prabowo digelar di Teater Mursal Esten, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang, Kamis (7/5). Pertunjukan tugas akhir mahasiswa Jurusan Sendratasik angkatan 2022 ini mengangkat tema kemunafikan melalui pementasan monolog yang dipadukan dengan unsur musik, sastra, dan simbolik panggung.

Salah seorang penonton, Sindi Zahrani, mengaku terkesan karena pertunjukan tersebut menghadirkan cerita yang mudah dipahami, penuh kejutan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

"Pertunjukan ini benar-benar membuat saya speechless. Meskipun bertema mendalam, alur ceritanya sangat mudah dimengerti bahkan oleh orang awam sekalipun. Benar-benar sebuah karya yang penuh kejutan dari awal hingga akhir," ujarnya.

Menurut Sindi, penampilan monolog tersebut juga terasa hidup karena menghadirkan banyak kejutan dan emosi yang mampu membuat penonton larut dalam cerita.

"Tema yang diangkat juga terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama terkait perilaku seseorang yang terlihat baik di luar, tetapi berbeda dalam tindakan," tambahnya.

Wakil Dekan III Fakultas Bahasa dan Seni UNP, Indra Yuda, dalam sambutannya menjelaskan bahwa monolog merupakan seni pertunjukan yang memadukan berbagai unsur dalam satu pementasan.

"Monolog merupakan seni pertunjukan yang memadukan dialog, sastra, musik, serta penataan panggung dalam satu kesatuan pertunjukan," jelasnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk terus menghargai seni pertunjukan dan menjaga ketertiban selama acara berlangsung agar pementasan dapat berjalan dengan khidmat dan maksimal.

"Jagalah ketertiban selama pertunjukan berlangsung agar pementasan dapat berjalan dengan baik dan maksimal," tambahnya.

Sementara itu, Eji Gusti Prabowo selaku sutradara sekaligus pemeran utama mengungkapkan bahwa proses persiapan karya tugas akhir Munafik telah dimulai sejak Desember 2025 atau sekitar setengah semester.

"Persiapan pertunjukan ini sudah dimulai sejak Desember 2025. Setelah semuanya selesai dipentaskan, saya merasa lega karena perjuangan tugas akhir ini akhirnya bisa terwujud," ungkapnya.

Menurut Eji, Munafik bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan refleksi sosial yang dikemas melalui dialog, musik, sastra, gerak, dan simbol-simbol panggung.

"Melalui pertunjukan ini, saya ingin menunjukkan bahwa seni teater bisa menjadi media penyampaian kritik sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari," katanya.

Ia menambahkan bahwa pementasan ini diharapkan dapat menjadi refleksi bagi masyarakat Indonesia terhadap kondisi sosial yang sedang terjadi.

"Pertunjukan ini tidak hanya menampilkan gerak dan musik, tetapi juga dialog, unsur sastra, serta penataan panggung yang mengandung simbol-simbol tertentu," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Shasya Nabila*
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter Junior
Diedit & Diverifikasi oleh: Nasywa Ashila Bustami (Koordinator Liputan)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.