Ganto.co - Seorang buruh menyampaikan orasi dalam aksi "Sumbar Melawan" di depan Kantor Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Senin (4/5), dengan menyoroti rendahnya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) di daerah tersebut.
Dalam orasinya, ia menyebut kenaikan UMP Sumbar hanya berkisar satu persen. Berdasarkan data yang ia sampaikan, UMP Sumbar pada 2025 berada di angka sekitar Rp2.994.000.
"Pada tahun 2025, UMP Sumbar berada di kisaran Rp2.994.000. Namun kenaikannya hanya sekitar satu persen," ujarnya di hadapan massa aksi.
Ia juga mengkritik kebijakan pemerintah daerah yang dinilai lebih berpihak pada kepentingan investor dibandingkan masyarakat lokal dan buruh. Ia menyinggung sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN), seperti di Pasaman Barat serta pengembangan geothermal di Solok Selatan.
"Jika ada investor yang menguntungkan pemerintah daerah Sumbar, pasti didorong. Contohnya PSN di Pasaman Barat dan geothermal di Solok Selatan. Apakah itu untuk kepentingan buruh? Tidak ada. Bahkan masyarakat setempat dikucilkan," katanya.
Selain itu, ia mempertanyakan minimnya program pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan.
"Sekarang kita lihat, berapa banyak program pemerintah yang benar-benar mendorong pembukaan lapangan pekerjaan? Bahkan tidak sampai 0,5 persen," tambahnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!