Ganto.co - Pemerintah Kota Padang menghadirkan pentas seni budaya rutin setiap malam Minggu di kawasan Kota Tua sebagai upaya mendukung revitalisasi kawasan bersejarah tersebut, Sabtu (2/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari program "Jelajah Padang" yang bertujuan menghidupkan kembali kawasan Kota Tua sekaligus menarik minat wisatawan.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Padang, Asar Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat daya tarik Kota Tua sebagai destinasi wisata.
"Kegiatan ini dirancang untuk menghidupkan kembali kawasan Kota Tua melalui berbagai aktivitas, salah satunya pentas seni budaya," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Saat ini, pentas seni budaya telah memasuki episode kelima sejak dimulai sebelum Ramadan dan direncanakan berlangsung hingga sekitar 20 episode sepanjang tahun.
"Saat ini kegiatan sudah memasuki episode kelima dan akan terus dilaksanakan hingga sekitar 20 episode sampai bulan Juli," jelasnya.
ia menyebutkan bahwa lokasi kegiatan dipindahkan ke kawasan Kota Tua setelah melalui proses evaluasi.
"Sebelumnya kegiatan dilaksanakan di depan Masjid Al Hakim. Namun, setelah evaluasi, dipindahkan ke kawasan Kota Tua agar lebih mendukung revitalisasi kawasan tersebut," katanya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Kota Padang meraih pengakuan sebagai kota gastronomi dunia dari UNESCO, dengan menampilkan kekayaan budaya Minangkabau kepada wisatawan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menarik wisatawan sekaligus memperkenalkan budaya Minangkabau secara lebih luas," tambahnya.
Pentas seni budaya ini mengusung tema Orang Padang Jalan Barampek yang mencerminkan keberagaman etnis di Kota Padang.
"Acara ini menjadi pengingat bahwa masyarakat Kota Padang bersifat multietnis, terdiri atas Minangkabau, India, Nias, dan Tionghoa. Oleh karena itu, setiap pertunjukan menampilkan keberagaman budaya tersebut secara bergilir," ucapnya.
Selain menjadi daya tarik wisata, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat, mulai dari siswa tingkat SD, SMP, hingga berbagai sanggar seni.
"Kegiatan ini terbuka bagi siapa saja, terutama anak-anak dan sanggar seni untuk menampilkan bakat mereka," ujarnya.
Sementara itu, Hilda (46), orang tua salah satu peserta, mengaku kegiatan ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk tampil di hadapan publik.
"Acara seperti ini sangat bagus karena tidak semua sekolah atau sanggar memiliki kesempatan tampil di ruang terbuka seperti ini," ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak anak yang memiliki ruang untuk mengembangkan potensi diri.
"Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut agar anak-anak bisa lebih banyak menyalurkan bakatnya," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!