Keberadaan tes TOEFL yang sangat populer sebagai tes bahasa Inggris yang digunakan untuk mengukur tingkat penguasaan bahasa Inggris seseorang menjadikan tes ini justru menjadi hal yang patut untuk ditinjau ulang. Persaingan di era globalisasi menuntut perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk dosen, sebagai ujung tombaknya. Output perguruan tinggi, khususnya Universitas Negeri Padang (UNP), harus benar-benar berkualitas agar mampu bersaing di masa depan.
Di tengah kelimpungan menanti hasil tes TOEFL yang tak kunjung berhasil mencapai skor minimum yang ditetapkan pihak kampus, dengan berbangga hati seorang mahasiswa Universitas Negeri Padang, Ivan (bukan nama sebenarnya), mencoba menawarkan joki kunci jawaban tes TOEFL di salah satu grup pada aplikasi Telegram yang di dalamnya memuat sejumlah mahasiswa UNP. "Yang mau soal + kunci jawaban TOEFL berkabar ya," ucap Ivan pada salah satu grup tersebut.
Nayla (bukan nama sebenarnya), seorang reporter Ganto (dalam penyamaran), melalui aplikasi WhatsApp menghubungi Ivan (juga bukan nama sebenarnya), oknum yang diduga menawarkan joki TOEFL dan jual beli kunci jawaban TOEFL kepada mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (24/11).
Sebelumnya, Nayla menanyakan kebenaran apakah benar Ivan menawarkan joki TOEFL, namun Ivan menyangkal bahwa ia adalah joki ujian TOEFL dan menyatakan bahwa ia hanya menjual khusus kunci jawaban ujian TOEFL. Menurut penuturan Ivan dalam percakapan via WhatsApp tersebut, ia sudah memulai bisnis ini sejak bulan September 2023. Kunci jawaban TOEFL tersebut ia jual dengan harga 100 ribu rupiah per pemesanan.
Hal mengejutkan juga ditemui oleh tim investigasi Ganto, dalam penyelidikan ini Ivan menyatakan bahwa kunci jawaban yang ia dapatkan bersumber secara langsung dari pihak UPT Layanan Bahasa UNP.
Terakhir, Ivan juga meyakinkan Nayla dengan mengirimkan bukti keberhasilan skor TOEFL dari orang yang telah menggunakan jasanya. Ia juga menyatakan bahwa ia sudah menyelesaikan tes dengan skor 663 dan telah menyelesaikan wisuda pada periode September lalu.
Kepala UPT Layanan Bahasa UNP, Sitti Fatimah, S.S., M.Ed., Ph.D., membenarkan akan adanya praktik joki pada ujian TOEFL UNP selama ini. "Untuk ini kami menemukan banyak kecurangan dalam tes TOEFL dengan menggunakan joki, ataupun dengan cara curang lainnya seperti menulis jimat di tangan itu banyak," ujarnya, Rabu (13/12)
Komentar (0)