Ganto.co - Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan webinar yang bertema "Strategi Penyelesaian Studi Mahasiswa Nyaris DO" melalui zoom meeting, Jumat (25/8).
Drop Out (DO) adalah kondisi dimana seorang mahasiswa tidak menyelesaikan studinya hingga mencapai gelar akademik yang diinginkan.
Menurut data statistik perguruan tinggi 2021, angka putus kuliah atau DO mencapai 5.34% dan bidang Ilmu Pendidikan memiliki angka DO tertinggi yaitu sebanyak 24,47%.
Kepala Pusat layanan BK, Dr. Yarmis Syukur, M.Pd., Kons mengatakan bahwa da beberapa faktor yang dapat menyebabkan seorang mahasiswa di DO.
"Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti kurangnya motivasi, kesulitan finansial, atau masalah kesehatan," ujarnya.
Yarmis menegaskan bahwa, DO bisa berdampak pada kehidupan dan bisa menjadi hambatan saat mencari pekerjaan.
"DO dapat memiliki dampak yang signifikan bagi kehidupan seseorang, termasuk kesulitan dalam mencari pekerjaan dan mengalami tekanan psikologis," jelasnya.
Yarmis juga menjelaskan peranan BK dalam mengatasi masalah ini yaitu, dengan membantu mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya dan membantu mengatasi masalah pribadi mahasiswa.
"Bimbingan dan Konseling dapat membantu mahasiswa mengatasi masalah pribadi seperti kecemasan, depresi, atau masalah keluarga yang dapat mempengaruhi performa akademiknya," jelasnya.
Terakhir, Yarmis memberikan solusi kepada mahasiswa untuk menghindari DO. Yarmis juga menegaskan bahwa peran dosen pembimbing akademik sangat penting dalam menanggulangi masalah ini.
"DO bisa kita hindari dengan tidak melakukan prokrastinasi, menghindari kecanduan gadget dan game, dan memanfaatkan Pusat Layanan BK yang disediakan kampus," tutupnya.
Komentar (0)