Ganto.co - Program Studi (Prodi) Ilmu Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Seminar Nasional di Aula Fmipa Minggu (18/6). Kegiatan ini merupakan salah satu Project Based Learning sebagai tugas akhir dari mata kuliah manajemen dan berkolaborasi dengan program kerja (proker) Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Administrasi Pendidikan di bidang penalaran dan keilmuan.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh kaprodi Administrasi Pendidikan, Drs.Syahril, M.Pd., Ph.D.
"Seminar ini merupakan produk dari mahasiswa dan Semoga nanti seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan sukses dan lancar," ujarnya.
Ketua pelaksana, Nurhaliza mengucapkan terima kasih kepada panitia acara.
"Terima kasih kepada semua panitia acara yang sudah bekerja keras. Acara ini sukses karena panitia yang saling berkoordinasi dengan baik," ujarnya.
"Tujuan diadakannya seminar ini untuk memberikan motivasi dan membuka wawasan teman- teman agar bisa melihat motivasi dan membuang pikiran negatif," tambahnya.
Pemateri pertama, Sherly Annavita Rahmi, S.Sos., MSIPh. menyampaikan menjadi generasi z yang kreatif dan bersaing dalam dunia kerja.
"Generasi Z atau Gen Z adalah penerus dari generasi milenial dan memiliki peran kunci dalam keberhasilan di masa depan. Untuk mampu berkompetisi di era digital saat ini, Gen Z harus memiliki keterampilan yang relevan dengan persyaratan dunia kerja di masa depan," ungkapnya.
Ia juga mengatakan kemampuan kolaborasi juga sangat dibutuhkan anak mudaagar bisa bekerja secara efektif.
"Keterampilan kreatif merupakan kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru atau solusi inovatif dalam mengatasi masalah. Kemampuan berpikir secara kreatif akan sangat diapresiasi dalam dunia kerja di masa depan. Selain itu, anak muda juga mampu mengubah metode kerja atau pola pikir sesuai dengan situasi atau lingkungan yang baru. Di era yang terus berubah dengan cepat seperti sekarang ini, kemampuan adaptasi akan menjadi keterampilan yang sangat berharga", ujarnya.
Pemateri kedua, Dr. Wisma Endrimon, M.Pd. mengungkapkan kekhawatiran mahasiswa yang akan bekerja namun tidak sesuai jurusan.
"Sebanyak 80 persen mahasiswa di Indonesia bekerja tidak sesuai dengan jurusan kuliahnya. Hal ini sempat diungkapkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim," ungkapnya.
Selanjutnya, Wisma mengatakan adapun penyebab masih banyak lulusan perguruan tinggi bekerja tidak sesuai bidang ilmu saat kuliah.
"Ada beberapa penyebab lulusan-lulusan perguruan tinggi tidak bekerja sesuai jurusan. Pertama, minat, misi, akan berubah seiring waktu. Kedua, sebagian besar jurusan kuliah tidak memberikan pelatihan kerja. Ketiga, persaingan dunia kerja yang terlalu ketat," terangnya.
Komentar (0)