Ganto.co - Penggunaan tas kain atau totebag kuning berlogo Universitas Negeri Padang (UNP) untuk wadah atribut wisuda sudah menjadi tradisi yang diharapkan calon wisudawan. Namun, baru-baru ini tas kuning tersebut sempat diganti menjadi kantong kresek. Padahal sebenarnya tas kuning tersebut diperuntukkan untuk cenderamata tamu atau keperluan lain selain wisuda dan tidak termasuk paket atribut yang dibayar wisudawan.
Mejawab keresahan dari beberapa wisudawan, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan UNP, Upita Yeniza, M. Pd. mengungkapkan, tas kain tersebut sebenarnya hanya hadiah dari UNP untuk mahasiswa.
"Tas kain itu sebetulnya tidak termasuk pada paket atribut yang dibayar wisudawan, melainkan hanya hadiah yang diberikan UNP," terangnya saat diwawancarai Ganto di ruang kerjanya, Kamis (15/6).
Ia juga mengakui jika tidak semua calon wisudawan memperoleh tas kain berlogo UNP. Lonjakan wisudawan sebelum hari H pelaksanaan wisuda, menjadi salah satu alasan mengapa beberapa wisudawan-wisudawati mendapatkan wadah yang berbeda.
"Stok yang ada memang tidak sebanding dengan jumlah calon wisudawan. Kita hanya memiliki sekitar 600 lembar tas. Itupun masih bertuliskan 'Akreditasi A,' padahal kita sudah akreditasi unggul," ujarnya.
Upita mengungkapkan, pembagian tas itu awalnya dilakukan karena stok tas dianggap mencukupi jumlah calon wisudawan. Info awal menyatakan jumlah wisudawan sekitar 400 orang karena kendala TOEFL dan lain-lain. Selanjutnya, ternyata ada kebijakan baru terkait perpanjangan pendaftaran wisuda, dan akhirnya jumlah tas kuningnya tidak cukup.
"Sebenarnya paket toga itu tidak ada tas atau totebag. Mereka bayar sejumlah Rp220.000 untuk mendapatkan baju, toga, dan kerah. Selain itu, pihak UNP memberikan tas tersebut bertujuan agar calon wisudawan lebih mudah membawa pulang atribut wisuda," jelasnya.
Komentar (0)