Ganto.co - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Bincang Intelektual Sumatera Barat (Sumbar) dengan tema "Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Mahyeldi-Audy, Rapor Hijau atau Merah?" di Aula Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) UNP, Jumat (24/2).
Pada acara ini, BEM turut mengundang Hidayat, SS., MH. selaku anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat.
Hidayat ungkap cara mengukur kinerja yang dapat memimpin pemerintahan.
"Cara mengukur kinerja adalah dengan melihat apa yang dijanjikan saat kampanye, karena semua yang dijanjikan akan tertuang pada dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan terdapat 3 komponen yang berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi yaitu kinerja ekspor-impor, investasi, dan belanja daerah.
Selanjutnya, ia mengatakan pada tahun 2021-2022 pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat masih di bawah angka nasional.
"Pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Sumbar tercatat 3,29% dan pada tahun 2022 tercatat 4,36%, sementara di nasional 5,31%, artinya masih di bawah nasional," lanjutnya.
Terakhir, ia menjelaskan alasan Sumatera Barat mengalami rendahnya daya saing pertumbuhan ekonomi dikarenakan kurangnya Pengembangan Sumber Daya Alam (PSDM).
"26% mahasiswa UNP dan 16% mahasiswa UNAND yang tidak menyelesaikan studinya dikarenakan persoalan ekonomi dan alasan kita tidak mempunyai daya saing karena kurangnya Pengembangan Sumber Daya Alam," tutupnya.
Komentar (0)